Pengaturan Pola Makan Selama Ramadan

   •    06 Juni 2017 14:44 WIB
ramadan 2017
Pengaturan Pola Makan Selama Ramadan
Ilustrasi. Umat muslim menunggu saat berbuka saat melakukan buka puasa bersama di Masjid Raya Makassar, Sulawesi Selatan. (Foto: ANTARA/Yusran)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ramadan merupakan waktu dimana umat muslim di seluruh dunia diwajibkan untuk berpuasa. Tak dipungkiri, bagi sejumlah besar orang perubahan jam makan yan bergeser pada malam hari membuat pola makan setiap orang berubah.

Beberapa orang mungkin mengonsumsi makanan lebih banyak dan beragam dari biasanya. Tak jarang ketika ramadan usai berat badan akan mengalami kenaikan paling tidak hingga 5 kilogram.

Spesialis Gizi Klinik Konsultan dr. Ida Gunawan mengatakan sebetulnya pola makan selama Ramadan tidak ada yang berubah hanya saja memang waktunya dibalik dari yang awalnya terpusat saat siang hari, bergeser ke malam hari.

Ida menjelaskan paling tidak selama satu hari setiap orang umumnya mengonsumsi makanan hingga 1500 kalori yang bisa dibagi menjadi 20 persen untuk porsi sarapan, 10 persen untuk snack, dan makan siang 30 persen. Sisanya dialokasikan untuk sore hingga menjelang malam.

Pola itu, kata Ida, dibalik waktunya. Saat azan magrib masuk takjil 10 persen, selepas salat magrib bisa langsung makan dengan porsi 30 persen, sehabis tarawih diisi dengan snack 10 persen dan sebelum tidur bisa mengonsumsi makanan ringan lain dengan porsi 10 persen.

"Itu kira-kira sudah dapat 60 persen, besok pagi waktu sahur bisa ambil 30 persen makan dan menjelang imsak 10 persen. Akhirnya 100 persen tercover semua. Yang biasanya didapat pagi sampai sore hingga malam sekarang diganti dari malam sampai pagi," katanya dalam Healthy Life, Minggu 4 Juni 2017.

Selain nutrisi dari makanan, unsur lain yang tidak boleh terlewat adalah asupan cairan. Pada waktu berbuka hingga sahur paling tidak harus ada 2 liter cairan yang masuk ke tubuh untuk menyeimbangkan metabolisme.

Makan dengan porsi sedikit tetapi sering juga bermanfaat bagi penderita diabetes. Sebab makan banyak sekaligus dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis namun bisa menurun dengan cepat. 

Namun, khusus mereka yang mengidap diabetes disarankan berkonsultasi terlebih dulu ke dokter sebelum berpuasa. Sebab ada kriteria tertentu bagi orang yang mengidap diabetes untuk berpuasa.

Seperti berapa gula darahnya. Jika terlalu tinggi atau menggunakan insulin karena gula darahnya tidak terkontrol biasanya tidak dianjurkan puasa. Tetapi jika gula darahnya bagus, stabil, dan penderitanya disiplin masih dibolehkan berpuasa.

"Tapi dengan catatan tadi kalau gula darahnya turun harus buru-buru dibatalkan. Tidak boleh nanggung satu jam lagi berbuka, harus segera dibatalkan," jelasnya.




(MEL)