Mudik Aman, Pemudik Sepeda Motor Diimbau Atur Ritme Perjalanan

   •    19 Juni 2017 11:58 WIB
mudik lebaran 2017
Mudik Aman, Pemudik Sepeda Motor Diimbau Atur Ritme Perjalanan
Pemudik sepeda motor melintas di Jalur Pantura, Cirebon, Jawa Barat. (Foto: MI/Arya Manggala)

Metrotvnews.com, Jakarta: Meski mudik menggunakan sepeda motor tak disarankan, masih banyak masyarakat menggunakan kendaraan roda dua itu untuk melakukan perjalanan jauh. 

Menurut Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), sering kali pemudik lupa untuk mengatur ritme perjalanan. Padahal setiap pemudik, baik yang menggunakan sepeda motor atau moda transportasi lainnya wajib memahami kapan melakukan perjalanan dan kapan waktu istirahat.

"Kami menyebutnya manajemen perjalanan mudik yang sehat dan selamat, bahwa kapan dia melakukan perjalanan dan kapan harus istirahat, ini yang sering dilupakan," ungkap Koordinator Jarak Aman Edo Rusyanto dalam Primetime News, Senin 19 Juni 2017.

Edo mencontohkan ada kelebihan maupun kekurangan dari setiap waktu yang dipilih untuk melakukan perjalanan mudik. Terutama bagi pemudik sepeda motor.

Misalnya memilih perjalanan mudik pada malam hari. Kelebihannya, mengurangi dehidrasi. Sementara di siang hari peluang dehidrasi dan kelelahan bisa lebih tinggi.

"Tapi pada dasarnya kondisi jam biologis kita itu lebih baik perjalanan dimulai pagi, sehingga risiko dehidrasi sedikit tapi bisa diantisipasi dengan ritme istirahat setiap dua jam sekali," katanya.

Sementara itu, Kepala Korlantas Polri Irjen Royke Lumowa mengimbau para pemudik agar tidak membawa muatan berlebih ketika memilih mudik menggunakan sepeda motor. Selain mengganggu mobilitas, potensi kecelakaan juga semakin besar dengan barang bawaan yang terlalu banyak.

Sama halnya dengan Jarak Aman, Korlantas Polri juga mengimbau agar pemudik sepeda motor beristirahat setiap dua jam sekali. Sebab jika tidak, ada kecenderungan dua jam berikutnya pemudik sepeda motor akan mudah lelah dan 60-70 persen sepeda motor berkontribusi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

"Sebetulnya ini kontradiktif, meski mengimbau tidak menggunakan sepeda motor tetapi polisi juga tidak tega. Makanya kami menyiapkan 30 pos pelayanan khusus sepeda motor ketika mudik sepanjang perjalanan dari Jawa Barat hingga ke Jawa Timur. Tujuannya satu, mencegah kecelakaan di pihak sepeda motor," kata Royke. 

Royke menilai, salah satu faktor penyebab kecelakaan pada pemudik sepeda motor adalah ketika macet maka waktu tempuh akan semakin lama. Sehingga saat keluar macet, mayoritas pengguna sepeda motor langsung tancap gas untuk 'membayar' kerugian waktu.

Agar hal ini tak terjadi, Royke mengatakan pihaknya akan menjaga ujung simpul kemacetan dan memberlakukan perlambatan. Khususnya di titik-titik seperti arteri Kalimalang, Cikarang, Cikampek, Indramayu, Cirebon, dan seterusnya.

"Roda dua ini yang kita pelototi terus. Imbauan seperti ini salah satu langkah konkret selain penegakan hukum. Ingat, penumpang berlebih tidak akan ada maaf. Jadi, polisi jangan dimarahi di jalan ketika menggambil tindakan baik yang berkaitan dengan penumpang maupun barang," jelas Royke.




(MEL)