Sakit Kepala Saat Puasa Dapat Dihindari

Meilikhah    •    15 Juni 2016 10:54 WIB
ramadan 2016
Sakit Kepala Saat Puasa Dapat Dihindari
Ilustrasi.

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebagian besar orang mengalami sakit kepala saat menjalankan puasa Ramadan. Pemicunya bisa oleh beberapa faktor, di antaranya dehidrasi, kafein, kurang tidur, dan gula darah rendah.

Dr. Ebrahim Elimam, konsultan diabetes, endokrinologi, dan penyakit dalam Helathplus Diabeted dan Endokrinologi Pusat, Dubai, mengatakan sakit kepala bisa dihindari saat menjalankan puasa.

"Salah satu cara paling aman mengatasi sakit kepala adalah minum cukup air dan cairna saat tidak puasa," katanya, melansir Gulfnews, Rabu (15/6/2016).

Dia menjelaskan, ketika berpuasa, dehidrasi dapat memengaruhi otak. Otak akan mendeteksi asupan air terlalu rendah yang menyebabkan histamin, senyawa yang dilepaskan oleh sel dan menyebabkan kontraksi otot polos dan dilatasi kapiler. Histamin ini menyebabkan rasa sakit, kelelahan, sakit kepala, dan menurunkan tingkat energi.

"Hindari minuman berbasis kafein karena memiliki efek diuretik dan kafein. Cara terbaik adalah membatasi konsumsi kafein selama Ramadan," katanya.

Dr. Elimam menambahkan orang-orang yang menderita sakit kepala juga dapat mengonsumsi parasetamol saat sahur setelah berkonsultasi dengan dokter. Selain itu dia juga memberikan tips untuk menghindari sakit kepala selama Ramadan.

Di antaranya, minum cukup air dan cairan, batasi asupan minuman berkafein sebelum dan selama bulan Ramadan, makan makanan yang seimbang saat sahur. Makanan yang direkomendasikan meliputi yoghurt, roti gandum, sayuran, dan buah-buahan yang melepaskan gula secara bertahap

Kemudian, minum secangkir saja kopi atau teh saat sahur jika diperlukan, konsultasikan dengan dokter dan bertanya apakah parasetamol saat sahur bisa membantu, dan cobalah untuk tidur sekitar tujuh jam setiap hari.


(MEL)