Newsline

Penyebab Tren Kejahatan Meningkat Saat Libur Panjang

   •    24 Mei 2017 17:05 WIB
ramadan 2017
Penyebab Tren Kejahatan Meningkat Saat Libur Panjang
Ilustrasi. Anggota kepolisian bersenjata laras panjang berpatroli di kawasan pasar takjil di Kota Blitar, Jawa Timur. (Foto: ANTARA/Irfan Anshori)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto tak sepakat jika momen Ramadan dituding sebagai penyebab meningkatnya angka kejahatan. Menurut dia ada faktor lain terkait sosial ekonomi, sosial budaya maupun sosial politik yang melatarbelakangi tren kejahatan yang meningkat.

"Faktor-faktor ini bisa memicu tapi kalau menyebabkan kriminalitas mesti diteliti lagi penyebabnya," ujar Setyo, dalam Newsline, Rabu 24 Mei 2017.

Senada dengan Setyo, Pengamat Sosial Devie Rachmawati pun menyatakan hal serupa. Menurut dia momen libur panjang seperti Ramadan memang membuka peluang terjadinya kejahatan.

Peningkatan kebutuhan terhadap uang, juga faktor ketegangan psikologis bahwa ketika liburan harus membawa buah tangan atau bingkisan membuat sejumlah orang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan pembiayaan.

"Sebagian orang yang memang belum memiliki sumber daya itu mencari alternatif ilegal untuk memenuhi kebutuhan domestik tadi. Ini yang harus diwaspadai," kata Devie.

Tren kejahatan yang meningkat pun, kata Devie, tidak bisa hanya dibebankan kepada penegak hukum saja sebagai bagian dari penindakan. Sebagai pihak yang bersinggungan langsung, Devie menilai masyrakat juga perlu turut andil dalam mencegah terjadinya kejahatan.

"Ada 4 K yang harus kita lakukan sebagai masyarakat. Pertama Kewaspadaan terhadap potensi kejahatan. Misalnya ketika berpergian pastikan rumah kita tidak terlihat sepi agar tidak memancing orang untuk melakukan kejahatan," paparnya.

Kedua, Kehati-hatian. Misalnya memastikan bahwa perangkat di dalam rumah seperti listrik atau barang-barang di dapur yang dapat memicu korsleting listrik atau kebakaran dalam kondisi mati atau tidak dapat berfungsi.

Juga ketika berpergian ke pusat keramaiann. Pastikan untuk mengingat dimana memarkirkan kendaraan dan jangan memancing tindak kejahatan dengan menaruh berbagai macam barang yang mencolok di dalam mobil.

"Kemudian Kepedulian. Kalau lihat ada tas orang terbuka, melihat ada hal yang mencurigakan, ingatkan agar tidak takut melaporkannya ke pihak keamanan. Karena mereka dipersiapkan untuk memastikan keamanan di momen penting seperti ramadan," lanjut Devie.

Hal terakhir yang juga disarankan untuk dilakukan adalah Kewajaran. Berbelanja dengan wajar, wajar secara harga dan tidak mudah tergoda dengan segala jenis barang yang dicurigai sebagai objek penipuan.

"Juga kewajaran dalam berbagi. Hati-hati mengantongi uang, jangan mendemonstrasikan apa yang kita punya, simpan saja dan berlaku wajar itu jadi salah satu kuncinya," jelas Devie.




(MEL)