Mengatasi Rasa Haus Saat Puasa

Meilikhah    •    13 Juni 2016 10:35 WIB
ramadan 2016
Mengatasi Rasa Haus Saat Puasa
Salah satu buah kaya air. (foto: Shutterstock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Rasa haus mungkin menjadi tantangan terbesar saat berpuasa. Apalagi jika Ramadan jatuh pada musim panas, memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik adalah prioritas utama.

Air merupakan cairan paling utama untung mengatasi rasa haus. Sayangnya, kebanyakan orang lupa untuk cukup minum selama waktu berbuka hingga sahur. 

Orang yang berpuasa harus ekstra waspada untuk menghindari dehidrasi. Agar tubuh tak terus menerus merasa haus, berikut beberapa kiat agar tubuh tetap terhidrasi.

Cukupi kebutuhan air
Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik saat waktu berbuka puasa. Sedikitnya delapan gelas sehari harus anda konsumsi. Jika anda membutuhkan hidrasi tambahan, minumlah air kelapa, sebab mereka mengandung kombinasi air, karbohidrat, dan elektrolit.

Pilih air
Air adalah sumber terbaik dari hidrasi selama Ramadan. Hindari mengonsumsi terlalu banyak jus atau soda. Minuman ini tinggi kalori dan gula yang hanya akan membuat kenyang dan menunda proses pencernaan.

Infus herbal
Teh hijau, teh mint dan chamomile bisa menjadi alternatif untuk membantu anda mencapai kebutuhan cairan. Minuman ini juga membantu proses pencernaan. Usahakan konsumsi minuman infus herbal ini tanpa gula.

Hindari makanan tertentu
Ketika berbuka puasa, hindari makanan pedas. Makanan ini hanya akan meningkatkan rasa haus dan membuat puasa di hari berikutnya cukup berat. Jangan menambahkan banyak garam juga ke masakan anda, sebab garam akan meningkatkan kebutuhan tubuh akan air.

Fokus pada makanan kaya air
Buah dan sayur disarankan selama Ramadan. Pilihan buah yang mengandung banyak air seperti semangka, jeruk, apel, tomat, mentimun, labu atau selada sangat disarankan. Selain kaya air dan serat, sayur dan buah kaya air juga tinggal di usus lebih lama dan mengurangi rasa haus.

Minum dengan tepat
Cobalah untuk tidak minum air dalam jumlah besar sekaligus. Sebaiknya minum di antara waktu makan dalam jumlah kecil sepanjang malam.

Hindari matahari langsung
Hindari sinar matahari langsung dan kenakanlah pakaian longgar untuk mempertahankan cairan tubuh sebanyak mungkin

Dengarkan saran dokter
Jika anda memiliki kondisi medis tertentu, maka anda harus berkonsultasi dengan dokter jika anda tetap ingin berpuasa.

Batasi aktivitas fisik
Meskipun olahraga di bulan puasa penting, anda tetap perlu mengatur waktu dan bentuk latihan. Hindari olahraga berat saat puasa, sebab tubuh harus mendapatkan hidrasi dengan baik. Lakukan latihan selama 30 menit 2 jam sebelum berbuka puasa. 


(MEL)