Mudik Lebaran 2018

Musafir Dapat Rukhsah, Tapi Tetap Berpuasa Lebih Utama

Citra Larasati    •    11 Juni 2018 13:25 WIB
Ramadan 2018
Musafir Dapat <i>Rukhsah</i>, Tapi Tetap Berpuasa Lebih Utama
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Saadi. Foto: Medcom.id/Citra Larasati

Jakarta:  Majelis Ulama Indonesia mengimbau umat Islam yang melakukan mudik menjelang Idulfitri agar tetap menjalankan puasa Ramadan yang akan berakhir dalam empat hari ke depan.  Meskipun dalam Islam, bagi muslim yang melakukan perjalanan sedikitnya 80 mil boleh mendapat keringanan atau rukhsah untuk tidak berpuasa dan membayarnya di hari lain.

"Dalam kondisi mudik perjalanan jauh mendapatkan keringanan untuk tidak berpuasa, karena musafir.  Tapi jika tetap berpuasa, tentu saja akan lebih baik," kata  Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Saadi, di jakarta.

Selain tetap berpuasa Ramadan, Zainut juga mengingatkan agar umat muslim yang mudik untuk tidak meninggalkan salat lima waktu.  "Juga kewajiban membayar zakat fitrah jangan ditinggalkan," tegas Zainut.

Zainut mengimbau agar seluruh pemudik berhati-hati, dan mengutamakan keselamatan dalam perjalanan mudik menuju kampung halaman.  Keselamatan adalah hal yang utama, mengingat di setiap momentum mudik tidak sedikit terjadi kecelakaan dan peristiwa lain yang tidak diinginkan.

"Jangan lupa, keselamatan dalam perjalanan yang utama, karena keluarga menunggu kita di kampung halaman," seru Zainut.

Bagi aparat keamanan, dia berharap agar dapat memberikan jaminan keamanan kepada pemudik. "Kami berharap kepada kepolisian memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat yang pulang kampung, memberikan informasi dan imbauan kepada pemudik sehingga nyaman dan selamat," tutup dia.


(CEU)