Penderita Gangguan Makan Disarankan untuk Tidak Berpuasa

Meilikhah    •    10 Juni 2016 08:54 WIB
ramadan 2016
Penderita Gangguan Makan Disarankan untuk Tidak Berpuasa
Ilustrasi.

Metrotvnews.com, Jakarta: Penderita gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia harus lebih memperhatikan kesehatan mereka selama Ramadan. Ahli psikologi mental khawatir, penderita gangguan makan memanfaatkan puasa Ramadan sebagai alasan untuk tidak makan dan memperburuk kesehatan.

Psikolog klinis Dr. Thoraiya Kanafani mengimbau keluarga agar memberikan perhatian lebih kepada penderita. 

"Selama Ramadan, penderita anoreksia menjadikan puasa sebagai sesuatu yang mereka sukai karena tidak makan. Ketika datang ke acara buka puasa, mereka akan makan dengan porsi sangat sedikit, inilah yang menjadi fokus keluarga untuk memastikan mereka makan lebih banyak," katanya, melansir The National UAE, Jumat (10/6/2016).

Kanafani menyarankan agar penderita gangguan makan untuk menghindari puasa demi kesehatan mereka. Hal ini tentu dalam keadaan bahwa mereka sakit untuk tidak berpuasa.

"Kami meyakinkan mereka bahwa ada cara lain agar tidak berpuasa, seperti membayar fidyah untuk orang miskin dan itu sudah ada dalam kitab suci mereka agar mereka merasa jauh lebih nyaman," katanya.

Sementara itu, psikolog klinis dari Institut Human Relations dan Klinis Sabine Skaf mengatakan, bagi mereka yang tengah dalam pemulihan, berpuasa dapat menjadi pemicu kekambuhan penderita gangguan makan meski tak 100 persen terjadi. Dia juga menyarankan agar penderita gangguan makan menghindari puasa.

"Orang yang sakit dibebaskan dari puasa. Termasuk mereka yang mengalami gangguan kesehatan mental sama aturannya dengan kesehatan fisik," jelasnya.


(MEL)