Tips Mudik Aman

Mudik Pakai Motor? Ikut Mudik Bareng Lebih Aman

Ainto Harry Budiawan    •    08 Juni 2016 15:35 WIB
tips mudik
Mudik Pakai Motor? Ikut Mudik Bareng Lebih Aman
Suasana mudik bersama Departemen Perhubungan tahun lalu. ANTARA/ Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Rombongan pemudik bersepeda motor yang membonceng anak-anak dengan segala barang bawaannya, jadi pemandangan yang jamak dalam mudik lebaran. Memang mudik dengan sepeda motor lebih praktis dan murah, tapi sangat rentan kecelakaan lalu lintas.

Mudik lebaran tahun ini jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor diprediksi bertambah. Maka boleh jadi jumlah kasus kecelakaan pemudik juga bertambah. Kemungkinan buruk ini jadi perhatian serius jajaran pemerintah.

Berbagai langkah antisipasi sudah dilakukan, termasuk dengan menggandeng swasta. Mulai mudik dengan kapal TNI AL dan menyediakan ratusan bus yang siap mengantar pemudik sepeda motor menuju kampung halaman masing-masing.

Kementerian Perhubungan sudah membuka pendaftaran untuk 12 ribu sepeda motor dan 24 ribu penumpang. Caranya pendaftarannya tidak perlu lagi datang ke kantor Kemenhub di Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, sebab bisa dilakukan secara online melalui web mudikgratis.dephub.go.id. 

Jasa Raharja pun sudah membuka pendaftaran untuk mudik bareng khusus untuk pengguna sepeda motor. Tiap pemudik aksimal bisa mendaftarkan empat anggota keluarganya. Sayang dalam website mereka, tak disebutkan berapa kuotanya tahun ini.

Sedangkan produsen otomotif, PT Astra Honda Motor juga kembali mengadakan mudik bareng untuk tujuan Yogyakarta dan Semarang. Tahun ini tanpa menggunakan kereta api, tapi ada 54 bus yang disiapkan untuk dua ribu pemudik plus 20 truk untuk mengangkut sepeda motor.

"Kali ini pendaftaran kami buka lebih awal agar pemudik bisa menyusun rencana perjalanan mereka lebih awal," General Manager Honda Customer Care Center (HC3) AHM Istiyani Susriyati dalam keterangan resminya.

Selain biaya pendaftaran yang minim bahkan gratis, peserta mudik bareng juga tidak perlu berlelah-lelah mengendarai sepeda motornya sendiri. Belum lagi risiko tinggi jika memaksakan berkendara sementara fisik memiliki keterbatasan, bahaya yang mengintai semakin besar.


(UDA)