Membuat Ramadan Pertama Anak Tetap Sehat

Meilikhah    •    09 Juni 2016 14:47 WIB
ramadan 2016
Membuat Ramadan Pertama Anak Tetap Sehat
Ilustrasi.

Metrotvnews.com, Jakarta: Bagi sebagian besar orang tua, Ramadan menjadi momen membanggakan ketika anak-anak mereka sudah mampu untuk mulai berpuasa. Usia akil balig menunjukkan komitmen mereka kepada Allah dan memulai kehidupan sebagai Muslim dewasa.

Menurut Managing Director dari Sheikh Mohammed Centre for Cultural Understanding di Dubai, Nasir Kayed, kunci agar anak mau memulai untuk berpuasa Ramadan adalah jangan paksa anak untuk berpuasa, biarkan keinginan mendorong mereka mau untuk memulai puasa.

"Hal itu penting untuk menjaga pengalaman positif bagi mereka. Orang tua harus memberi nilai positif bagi anak-anak, seperti mulai melatih puasa bergantung pada kemampuan anak," katanya, melansir Al Arabiya, Kamis (9/6/2016).

Menurutnya, anak-anak harus didorong untuk mempertahankan tingkat energi dan hidrasi mereka selama berpuasa. Mulailah dengan berpuasa hanya beberapa jam saja dalam sehari. Hal itu merupakan salah satu cara untuk membiasakan anak agar mau berpuasa dan mempersiapkan diri ketika usia anak dinilai sudah mampu berpuasa selama sehari penuh.

Sementara itu, ahli nutrisi dan gaya hidup Racha Adib mengatakan, puasa sebenarnya bukan tugas yang mudah untuk anak-anak. Sebab, tubuh anak memerlukan lebih banyak energi dan cairan ketimbang orang dewasa. 

"Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak untuk menilai kesiapan berdasarkan status kesehatan, kebutuhan gizi, usia, dan tingkat aktivitas," katanya.

Racha mengatakan, bila anak berpuasa, orang tua harus memantau mereka dengan baik. Sebab, anak-anak masih dalam masa pertumbuhan yang harus tetap mendapatkan asupan gizi cukup. Pastikan anak-anak mendapatkan makanan-makanan yang sehat untuk mendapatkan berbagai nutrisi.

"Cara lain, hindarkan anak-anak dari permen atau minuman berkarbonasi tinggi," jelasnya. 

Dia menambahkan, bulan puasa sebagian besar bertepatan dengan musim panas. Karenanya, asupan cairan saat sahur dan berbuka harus dipastikan cukup.

"Anak-anak membutuhkan antara tujuh hinggga 11 gelas per hari. Jauhkan anak dari kegiatan yang menguras tenaga untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi," pungkasnya. (Al Arabiya).


(MEL)