Puasa dari Sisi Sains

   •    02 Juni 2017 11:03 WIB
ramadan 2017
Puasa dari Sisi Sains
Ilustrasi. (Healthy Eating Harbor)

Metrotvnews.com, Jakarta: Persoalan puasa tidak hanya berkutat pada menahan haus dan dahaga, mengontrol asupan makanan yang aman bagi lambung, atau memilih nutrisi agar selalu bugar selama puasa.

Lebih jauh, ternyata puasa memiliki manfaat yang lebih luar biasa dari yang terlihat dan dirasakan. Faktanya, puasa juga bisa membuat seseorang awet muda.

Pakar Kesehatan dr. Tan Shot Yen berpendapat bahwa puasa tidak hanya bicara menu dan cara mengolah bahan makanan melainkan harus dilihat dari sisi pengetahuannya juga.

Seseorang yang berpuasa, kata Tan, pada dasarnya mengalami apa yang disebut pengurangan kalori. Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa kunci dari kulit sehat dan segar orang-orang yang tinggal di Asia Timur seperti Korea dan Jepang, rupanya memanfaatkan puasa sebagai salah satu terapi agar tetap awet muda.

"Mereka melakukan puasa dengan rutin dan yang disebut pengurangan kalori itu bukan mal nutrisi. Tetapi saat pengurangan kalori di dalam sel kita ada yang dinamakan mitokondria, dan mitokondria itu yang kemudian mengaktivasi enzim bernama sirtuin," ungkap Tan dalam Selamat Pagi Indonesia, Jumat 2 Juni 2017.

Di dalam mitokondria terdiri dari beberapa bagian seperti protein, enzim dan sirtuin. Dalam tubuh manusia sirtuin tidak hanya satu, melainkan sudah naik hingga sirtuin ketujuh yang masing-masingnya memiliki fungsi.

Tan menyebut sirtuin merupakan suatu enzim protein yang bekerja di dalam tubuh manusia yang dikeluarkan oleh mitokondria. Sirtuin memiliki banyak sekali target yang salah satunya disebut nuclear factor kappa betha (NF-kb). NF-kb ini merupakan bagian dari tubuh manusia yang menyebabkan peradangan dan penuaan. 

"Kalau sirtuin ini teraktivasi karena kita melakukan restriksi kalori atau puasa, kappa b ini kemudian bekerja dengan cara memperbaiki peradangan dan penuaan," katanya.

Menurut Tan, sirtuin bisa bekerja dimana saja. Sirtuin pertama ada pada semua mamalia dan manusia, dia bekerja untuk memperlambat penuaan. Apabila terjadi pengurangan kalori maka tubuh akan efektif mengatakan pada sirtuin untuk bekerja lebih hemat lagi.

Kemudian sirtuin 2 bekerja memengaruhi bagaimana otak memperlambat alzheimer dan parkinson. Sirtuin 3 dan 4 khusus menarget tentang represi dari sel kanker. Sirtuin inilah yang kemudian menjadi harapan di masa depat tentang bagaimana orang bisa memperlambat penuaan dan inflamasi juga memperlampat penyakit degeneratif bahkan kanker.

Sirtuin berikutnya adalah sirtuin 5 tentang metabolisme yang masih diteliti oleh ilmuwan dan sirtuin 6 yang memperbaiki rekonstruksi dari telomer. 

"Telomer ini merupakan bagian ujung dari DNA yang berasal dari inti sel yang membuat seseorang menjadi awet muda. Jadi kalau telomernya pendek, umurnya semakin pendek juga," jelasnya.




(MEL)