Berpuasa Mungkin Berisiko Bagi Penderita Diabetes

Meilikhah    •    09 Juni 2016 10:26 WIB
ramadan 2016
Berpuasa Mungkin Berisiko Bagi Penderita Diabetes
Diabetes dapat berkembang tanpa disadari. (foto:basicspine.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tubuh kita mulai mengonsumsi energi yang tersimpan setelah 8 jam dari makan terakhir untuk menjaga glukosa darah (gula) tetap normal. Bagi kebanyakan orang, hal ini alami dan tidak berbahaya. 

Namun, menurut Konsultan Endokrinologi dan Diabetes, Diabetes Center di Medical Center Internasional di Jeddah, Dr. Ali Sultan, tubuh penderita diabetes berisiko terkena hipoglikemia karena tubuh tak mampu mengonsumsi glukosa. Terutama dalam bentuk tablet atau suntikan insulin.

Dr. Ali Sultan mengatakan risiko terkena hipoglikemia, selain karena makan berlebihan saat berbuka puasa dan sahur juga bisa terjadi saat gula darah tiba-tiba naik akibat cuaca terik, sementara tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi.

"Dalam hal puasa, pasien diabetes dibagi menjadi tiga kategori. Mereka yang terkena risiko tinggi, sedang dan rendah," katanya, melansir Arab News, Kamis (9/6/2016).

Menurutnya, jika penderita diabetes berada pada kategori terakhir, dengan syarat mampu mengendalikan penyakit dengan pengaturan makan yang baik, masih bisa berpuasa. 

Sementara bagi pasien yang menggunakan suntikan insulin setiap hari atau sering terkena variasi penyakit dalam kadar gula darah, seperti keluhan ginjal, liver, masalah jantung, penyakit berat seperti infeksi kaki atau ulkus diabetes, atau jika pasien hamil, tidak diperbolehkan berpuasa tanpa anjuran dokter.

Dr. Ali sangat menganjurkan pasien diabetes yang memutuskan untuk berpuasa agar mengukur tingkat gula darah mereka setiap hari untuk mengetahui pengaruh puasa pada mereka. 

"Segera hubungi dokter jika merasa kadar gula darah menurun atau timbul gejala gangguan fungsi tubuh," sarannya.

Gejala ringan pada penurunan gula darah bisa terjadi melalui keringat berlebih meski cuaca tidak terik saat itu, menggigil atau pusing, cemas dan tremor, lapar, bibir berkedut, muka pucat hingga, jantung berdebar.

Dr. Ali pun memperingatkan pasien dengan kondisi parah agar tidak berpuasa tanpa anjuran dokter, seperti kadar gula darah meningkat seiring dengan peningkatan suhu cuaca karena kurangnya cairan tubuh atau dehidrasi, yang dapat menyebabkan kerusakan saraf, pembuluh darah, dan organ tubuh.


(MEL)