Metro Plus

Puasa, Mengubah Pola Makan untuk Tubuh Lebih Sehat

   •    24 Mei 2017 15:00 WIB
ramadan 2017
Puasa, Mengubah Pola Makan untuk Tubuh Lebih Sehat
Ilustrasi. (yknutrition)

Metrotvnews.com, Jakarta: Esensi puasa dalam Islam tak hanya menahan lapar dan dahaga.Tetapi mengajarkan kesabaran, menahan diri dari hawa nafsu dan semangat berbagi kepada sesama.

Lebih jauh lagi, secara medis, puasa merupakan salah satu cara untuk mendapatkan tubuh yang lebih sehat dengan pengaturan dan mengubah pola makan.

"Dari yang selalu makan enak menjadi makan yang lebih sehat sesuai takaran gizinya," kata Sekjen Kementerian Kesehatan Untung Suseno Sutarjo, dalam Metro Plus, Rabu 24 Mei 2017.

Selama menjalankan puasa Ramadan, Untung menyarankan agar jangan pernah melewatkan waktu sahur. Disamping dalam Islam memang tidak dianjurkan, sahur merupakan waktu dimana tubuh harus diisi dengan nutrisi sebagai bekal menjalankan aktivitas sehari-hari.

Ketika memutuskan tidak sahur, tubuh akan mengalami kekurangan energi terutama dari asupan cairan. 80 persen tubuh terdiri dari cairan, jika kekurangan, akibatnya metabolisme akan terganggu dan membuat tubuh menjadi sakit.

"Padahal tujuan puasa itu bukan bikin orang sakit, tetapi supaya sehat," katanya.

Setelah sahur, sebagiam besar orang umumnya akan kembali tidur. Namun secara medis hal itu tidak dianjurkan. Sebab, makanan yang dikonsumsi saat sahur akan berubah menjadi lemak dan bukan tidak mungkin justru meningkatkan berat badan.

Ada baiknya, kata Untung, setelah sahur tetap melakukan pekerjaan yang sempat tertunda, beribadah atau melakukan pekerjaan lain yang lebih produktif.

"Kalau tidur kita akan kehilangan waktu. Meskipun puasa, pekerjaan juga harus cepat diselesaikan. Jadi daripada tidur lebih baik tetap melakukan kegiatan yang produktif, melanjutkan pekerjaan atau ibadah yang lainnya," jelas Untung.




(MEL)