Mitos dan Fakta Seputar Puasa

   •    02 Juni 2017 11:43 WIB
ramadan 2017
Mitos dan Fakta Seputar Puasa
Ilustrasi. (Foto: AP/Shakil Adil)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bicara puasa tentu tak akan lepas dari pemilihan menu yang akan dikonsumsi saat berbuka dan sahur. Tak hanya itu, orang yang berpuasa juga harus menyadari bahwa pemilihan menu erat kaitannya dengan kondisi kesehatan, bahkan nilai plusnya bisa membuat awet muda.

Pakar Kesehatan dr. Tan Shot Yen mengatakan untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang lebih, jenis makanan yang dikonsumsi harus dipastikan sehat dan seimbang.

"Sehat itu yang semakin dekat bentuknya dengan aslinya di alam. Misalnya opor ayam dan sosis ayam, yang lebih dekat dengan alam tentu opor ayam. Seimbang, dalam susunan makanan harus ada karbohidrat, protein dan lemak," ujarnya dalam Selamat Pagi Indonesia, Jumat 2 Juni 2017.

Makanan yang dinilai baik dikonsumsi juga harus lambat dicerna menjadi gula seperti dari jenis sayuran maupun buah dan karbohidrat kompleks seperti nasi merah. Juga makanan yang tinggi kandungan antioksidan seperti sayur dan buah serta dimasak dengan cara yang baik. Tidak dibakar atau digoreng.

Mitos Puasa

Tak hanya pemilihan menu, saat puasa, masyarakat juga kerap dihadapkan dengan mitos dan hoax tentang puasa. Ada yang menyebut bahwa selama puasa paling tidak harus menyiapkan obat sakit maag.

Menurut Tan, anggapan tersebut salah besar. Sebab yang menyebabkan seseorang mengalami rasa begah, kembung, bahkan maag bukan karena puasa. Melainkan susunan makanannya salah saat dikonsumsi pada waktu berbuka dan sahur.

"Jadi biasakan saat buka atau sahur ada sup atau yang berkuah dan hangat. Dengan kita makan makanan hangat dan berkuah maka kita mengondisikan lambung menjadi lebih lembab sehingga ketika ada makanan yang lebih berat masuk menjadi lebih nyaman dicerna," katanya.

Mitos lain yang juga beredar adalah bahwa setelah makan sahur kemudian dilanjutkan tidur akan mengubah makanan yang telah dikonsumsi menjadi racun. Pendapat tersebut juga tegas dibantah Tan. 

Menurut dia bukan makanan yang menyebabkan racun melainkan tidur setelah makan justru menyebabkan pencernaan menjadi lambat sehingga seseorang mudah mual dan muntah.

"Biasakan setelah sahur baca Alquran, atau berbincang dulu, atau menonton kultum. Kalau mau tidur setelah makan kenyang jangan langsung tidur rata, ganjal sedikit belakang perut paling tidak agar makanan yang sudah masuk tidak kembali keluar," jelasnya.




(MEL)