Metro I-Care

Puasa Bagi Penderita Diabetes

   •    15 Juni 2017 10:26 WIB
ramadan 2017
Puasa Bagi Penderita Diabetes
Ilustrasi. (Thinkstock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Puasa Ramadan tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi penderita diabetes. Apalagi, saat waktu berbuka tiba mereka dihadapkan pada menu buka puasa yang mayoritas memiliki cita rasa manis.

Bagi penderita diabetes, memilih jenis makanan adalah wajib hukumnya. Asal mengonsumsi makanan bisa menyebabkan penderita diabetes mengalami lonjakan gula yang akibatnya bisa menyebabkan komplikasi.

Lalu, bagaimana agar penderita diabetes tetap dapat menjalankan puasa Ramadan?

"Idealnya sebelum mulai berpuasa, penderita diabetes ini dianjurkan bertemu dokter dulu dua minggu sebelumnya. Dokter akan memberikan kategori pada pasien-pasien ini. Kategorinya ada 4 sangat berisiko, berisiko tinggi, sedang dan rendah," ujar Spesialis Endokrin Metabolisme dan Diabetes dr. Roy Panusunan, dalam Metro I-Care Minggu 11 Juni 2017.

Roy mengatakan biasanya mereka yang menderita diabetes dengan risiko sangat tinggi, tinggi, dan sedang dianjurkan berhati-hati untuk berpuasa. Bahkan di negara lain penderita dengan risiko ini sama sekali tidak diperbolehkan berpuasa.

Selain persoalan asuransi yang tidak menanggung, efek yang paling buruk adalah hipoglikemik yang bisa mengantarkan penderita pada komplikasi. 

"Jadi memang diperlukan edukasi yang betul-betul kepada pasien diabetes. Jadi pasiennya bertemu dokter dulu dan menanyakan risikonya bagaimana atau memang bisa berpuasa dengan aman," kata Roy.

Menurut Roy, pada dasarnya puasa berdampak baik bagi semua orang, termasuk mereka yang menderita penyakit. Saat puasa ada titik dimana kita berhenti makan terlalu banyak tetapi itu bukan hal yang berbahaya.

Roy mengatakan ada konsep intoksikasi gula yang menyebut bahwa jika kita mengonsumsi terlalu banyak gula maka akan membuat otak 'keracunan'. Hal ini lantaran ada banyak reseptor yang harus memenuhi pusat otak terhadap keinginan untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan.

"Dengan melakukan pembatasan makanan, saya kira itu waktu yang baik untuk detoksifikasi sehingga seharusnya pasien-pasien akan lebih sehat termasuk mereka yang punya penyakit," kata Roy.

Roy mengaku tak sepenuhnya setuju bahwa orang yang berpuasa akan mengalami penurunan gula darah yang drastis. Sebab pada saat tidur yang notabene tidak mengonsumsi makanan apapun gula akan tetap diproduksi oleh tubuh.

Organ hati akan bekerja mendistribusikan kebutuhan makanan hampir 5 gram per jam glukosa untuk memenuhi kebutuhan dasar saat kita tidur.

"Saat berpuasa pun sama. Hati akan bekerja memproduksi gula sehingga tidak sampai hilang sama sekali gula di dalam badan kita," jelasnya. 




(MEL)