Mengatur Pola Makan Selama Ramadan

   •    30 Mei 2018 16:30 WIB
Ramadan 2018
Mengatur Pola Makan Selama Ramadan
Ilustrasi. (Thinkstock)

Jakarta: Berpuasa sebulan penuh selama Ramadan menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh umat muslim di dunia. Terlebih, menjaga pola makan selama Ramadan terkadang cukup sulit dilakukan.

Ahli Gizi Jansen Ongko mengatakan pada dasarnya tak banyak perbedaan antara pola makan sebelum dan selama Ramadan. Namun, harus dipastikan bahwa masyarakat harus mengetahui dan paham mengatur pola makan yang tepat agar aktivitas puasa dan kegiatan sehari-hari tak terganggu.

"Yang perlu dipenuhi hanya gizi seimbang. Karbohidrat, protein, dan lemak juga harus diatur. Termasuk kalau ingin berolahraga di malam hari tentu harus diatur terlebih dulu," ujarnya, dalam Metro I-Care, Minggu, 27 Mei 2018.

Pemenuhan gizi seimbang selain menjaga tubuh tetap prima juga bisa menjadi bekal bagi seseorang jika ingin berolahraga di malam hari. Jansen menyarankan sebelum berolahraga ada baiknya terlebih dulu mengonsumsi karbohidrat sederhana.

Karbohidrat sederhana yang bisa ditemukan dalam makanan manis seperti kolak atau kurma dapat menjadi bekal untuk lebih maksimal saat mengolah tubuh.

"Setelah berolahraga baru mengonsumsi makanan yang berat. Ada lauk pauk, sayur, juga boleh menambahkan buah. Dan yang tak boleh dilupakan adalah protein," katanya.

Jansen mengatakan puasa atau tidak, protein dalam menu makanan sangat dibutuhkan oleh tubuh. Kandungan protein yang masuk ke dalam tubuh bermanfaat untuk regenerasi sel dan ketahanan tubuh selama berpuasa sehingga produktivitas tetap terjaga.

Tak lupa, Jansen menyarankan agar jangan melewatkan waktu sahur. Terbiasa melewatkan sahur akan membuat aktivitas dalam satu hari itu terasa sangat berat, imbasnya bisa menurunkan produktivitas.

"Sepadat apa pun waktu sahur harus diatur sehingga jeda menahan lapar lebih pendek. Dan yang tak boleh terlewat adalah hidrasi, pastikan tubuh mendapat cairan yang cukup dari buka sampai sahur," pungkasnya.




(MEL)