Penderita Hipertensi Tetap Dapat Berpuasa Selama Ramadan

Meilikhah    •    14 Juni 2016 14:27 WIB
ramadan 2016
Penderita Hipertensi Tetap Dapat Berpuasa Selama Ramadan
Ilustrasi. (Foto: sonherbal)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dokter umum Prince Medical Center Dubai, dr. Wiam Seddiqi Hussain Al Sharif menyebut pasien atau penderita hipertensi tetap bisa menjalankan puasa Ramadan. Rutinitas pengobatan dan tindakan pencegahan yang tepat bisa membuat pasien hipertensi tetap lancar berpuasa selain harus berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.

"Penelitian menunjukan bahwa pasien dengan hipertensi ringan atau sedang dan terkendali oleh obat antihipertensi umumnya bisa berpuasa tanpa masalah. Namun, mereka dengan hipertensi tak terkontrol dan harus mengonsumsi obat-obatan setiap hari sebaiknya tidak berpuasa karena bisa mengancam kesehatan," katanya,melansir Gulfnews, Selasa (14/6/2016).

Dia menyarankan agar pasien memeriksa tekanan darah mereka di pagi harisetelah salat subuh dan sebelum buka puasa. Jika merasa tekanan darah di luar kendali, pasien harus segera minum obat. Sharif mengatakan pasien harus memastikan perencanaan makan yang tepat sebelum memutuskan untuk puasa.

"Perubahan kebiasaan makan dan tidur dapat membuat tubuh mudah stres. Penjadwalan makan dan istirahat yang tepat bisa membantu tubuh mengambil semua nutrisi dan tetap terhidrasi," katanya.

Selain teratur meminum obat, aspek penting lainnya adalah hidrasi. Pasien hipertensi harys berhati-hati, sebab, kekurangan cairan bisa membuat darah mereka mengental. Indikasinya, pasien akan mengalami sakit kepala parah.

"Sakit kepala berhubungan dengan naiknya tekanan darah lebih dari 180 sistolik. Ada fluktuasi tekanan darah selama Ramadan dan beberapa orang mungkin mengalami sakit kepala kronis seperti migrain."

Penyebab lain timbulnya sakit kepala juga berkaitan dengan konsumsi kadein. hipoglikemik, dehidrasi dan stres. Berikut ini beberapa panduan yang harus dilakukan dan tidak dilakukan oleh pasien hipertensi.

1. Konsultasikan dengan dokter untuk menyesuaikan obat yang dibutuhkan dan memiliki dua dosis pada saat sahur dan berbuka puasa.

2. Kurangi asupan kafein.

3. Makan makanan rendah gula dan kaya serat seperti gandum saat sahur. Gandum membantu mencegah sakit kepala yang berhubungan dengan hipoglikemik.

4. Minum sedikitnya 8 gelas sehari antara waktu berbuka dan sahur.

5. Istirahat dan tidur cukup di malam hari.

6. Hindari terlalu sering terpapar sinar matahari langsung dan perbanyak istirahat semampu anda.

7. Periksa tekanan darah anda setelah sahur. Satu kali pemeriksaan di siang hari dan satu kali menjelang berbuka puasa.

8. Lakukan aktivitas fisik ringan setelah berbuka dan sebelum makan malam.


(MEL)