Tips Menu Sahur agar Kenyang Lebih Lama

Sri Yanti Nainggolan    •    31 Mei 2018 07:33 WIB
tips ramadan
Tips Menu Sahur agar Kenyang Lebih Lama
Buah dan sayur juga tak boleh ketinggalan saat sahur. Selain tinggi serat, kedua makanan ini juga mengandung banyak mikronutrien. (Foto: Elli O/Unsplash.com)

Jakarta: Pemilihan menu sahur terkadang cukup memusingkan. Dari sekian banyak makanan bernutrisi, jenis makanan apa yang membuat kenyang lebih lama?

Umumnya, orang mencari menu sahur yang tidak membuat mengantuk dan kenyang lebih lama.

Menurut ahli gizi dari Nestle Indonesia, Eka Herdiana, pemilihan jenis makronutrien berperan penting. Makronutrien sendiri terdiri atas karbohidrat, protein, dan lemak.

"Pilihlah protein dengan kadar tak tinggi seperti protein nabati, misalnya tahu dan tempe," ujarnya dalam acara Nutrition Quotient: Fas and Fabulous, Rabu 30 Mei 2018.

Selain mudah dicerna, jenis makanan tersebut juga mudah dalam hal penyiapan.

Protein yang tak tinggi membuat energi yang terpakai untuk mencernanya tidak terlalu banyak terpakai, sehingga energi tersebut bisa digunakan untuk beraktivitas.

(Baca juga: Mengapa Berat Badan Naik Saat Bulan Puasa?)


(Protein yang tak tinggi membuat energi yang terpakai untuk mencernanya tidak terlalu banyak terpakai, sehingga energi tersebut bisa digunakan untuk beraktivitas. Foto: Elli O/Unsplash.com)

Selain protein, Diana juga menyarankan untuk memilih karbohidrat kompleks yang kaya serat pangan. Seperti diketahui, makanan tinggi serat dapat membuat rasa kenyang lebih lama, misalnya nasi merah.

Buah dan sayur juga tak boleh ketinggalan saat sahur. Selain tinggi serat, kedua makanan ini juga mengandung banyak mikronutrien seperti vitamin dan mineral yang membuat kebutuhan gizi dalam tubuh tetap terpenuhi. Porsi untuk kedua makanan ini disarankan setengah piring makan.

Diana juga menyarankan agar tidak makan berlebihan saat sahur dan tidak segera tidur.

"Pilih makanan yang lebih santai persiapannya, tak perlu makan terlaku banyak karena keadaan masih ngantuk juga. Selain itu, sebaiknya makan mendekati imsak, sekitar 20 menit sebelumnya, supaya perut tidak terlalu kosong."

Ia juga menyarankan untuk melanjutkan tidur setidaknya 30 menit setelah sahur agar lambung tidak perih karena kemungkinan makanan naik ke atas cukup besar.

 


(TIN)