Overheating, Masalah Paling Banyak Dihadapi Pemudik Mobil

   •    07 Juni 2018 14:05 WIB
Ramadan 2018
<i>Overheating</i>, Masalah Paling Banyak Dihadapi Pemudik Mobil
Sejumlah kendaraan bermotor berjalan merayap saat melintas di Tol Dalam Kota, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah. (Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra)

Jakarta: Mudik menggunakan moda transportasi darat terutama kendaraan pribadi masih menjadi primadona. Tak perlu mengeluarkan banyak biaya, sekaligus bisa membawa banyak sanak saudara menjadi salah satu pertimbangannya.

Namun, mudik dengan mobil pribadi butuh persiapan khusus. Tak cuma biaya, kesiapan diri dan kendaraan juga wajib menjadi perhatian utama.

Praktisi Keselamatan Berkendara Jusri Pulubuhu mengungkap untuk mobil yang berusia kurang dari satu tahun, mungkin tak perlu banyak persiapan. Namun bagi mobil yang berusia di atas 4 tahun, ada sejumlah komponen yang harus diperhatikan.

Salah satu masalah yang kerap dihadapi pemudik ketika sudah mengaspal adalah overheating (panas) mesin. Hal ini umum terjadi saat pengendara tak menaruh perhatian pada kondisi kendaraan.

"Saat panas terjadi yang harus dilakukan adalah mengecek sistem pendinginnya. Jika memungkinkan bawa ke bengkel, karena bukan hanya berpotensi meledak namun juga mengurangi fungsi AC mobil dan yang paling parah mobil mogok," katanya, dalam Selamat Pagi Indonesia, Kamis, 7 Juni 2018.

Untuk mengantisipasi overheating, pengendara wajib memastikan sistem pendingin di area pendingin termasuk radiator, selang-selang, dan panbel dalam keadaan baik.

Setelah semua sistem normal, pengecekan bisa beralih ke sistem kopling. Jusri mengatakan pemeriksaan kopling pada mobil yang berusia lebih dari 2 tahun wajib dilakukan. 

"Dalam aktivitas sehari-hari mungkin enggak merasakan. Tapi begitu mudik, banyak berhenti, dapat membuat kerja kopling baik matik maupun manual menjadi berat sekali," katanya. 

Jusri mengungkap tanpa disadari banyak perilaku pengendara yang membuat kopling mudah habis, aus, atau slip. Indikasinya ketika tercium seperti bau hangus dari mobil.

Salah satu perilaku pengendara yang membuat kerja kopling berat adalah ketika lambat menginjak atau terlambat melepas kopling saat mobil pertama kali dihidupkan. Cara mengemudi yang tidak sesuai juga mudah merusak kerja kopling.

"Harusnya begitu start kaki kanan jangan injak gas. Tunggu mobil menggelinding baru injak gas, perilaku adalah hal utama menjaga performa mobil," ungkapnya.

Jusri mengingatkan sebelum mudik semua komponen mobil harus diperiksa. Fokuskan pada sistem pendingin, kopling, dan kelistrikan. 

Jangan lupa memeriksa sekring, ganti kabel-kabel yang sudah lecet atau pun sobek dan pastikan komposisi kabel-kabel dalam mesin tidak semrawut. Kabel yang acak-acakan dapat memicu kebocoran dan mengurangi kekuatan kelistrikan.

Terlebih jika terkoneksi dengan bahan metal lain dalam mesin mobil dapat menyebabkan hubungan arus pendek yang memicu kebakaran. Pastikan sistem kelistrikan dan pembangkitnya (aki) dalam kondisi fit.

"Jauh sebelum puncak mudik harus sudah dipersiapkan. Karena semakin dekat hari H lebaran, semua pekerja sudah mulai sibuk sehingga kualitas inspeksi dan perbaikannya menurun. Bagaimana pun pekerja juga ingin mudik," jelas dia.




(MEL)