Metro I-Care

Alasan Maag Kerap Kambuh Saat Berpuasa

   •    05 Juni 2017 11:40 WIB
ramadan 2017
Alasan Maag Kerap Kambuh Saat Berpuasa
Ilustrasi.

Metrotvnews.com, Jakarta: Berpuasa Ramadan merupakan ibadah wajib bagi umat muslim di seluruh dunia. Sayangnya ada beberapa kondisi yang kadang memaksa orang untuk membatalkan bahkan memutuskan untuk tidak berpuasa, salah satunya karena penyakit maag.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Jimmy Tandradynata mengatakan ketika berpuasa yang notabene tidak makan maupun minum, asam lambung tetap diproduksi seperti biasa. Padahal asam lambung berfungsi untuk mencerna makanan. 

"Ketika tidak ada makanan, yang seharusnya lambung itu punya mekanisme pertahanan untuk asam lambung, lama-lama kalah juga sehingga mengiritasi lambung dan menyebabkan maag," ujar Jimmy, dalam Metro I-Care, Minggu 4 Juni 2017.

Menurut Jimmy ada dua tipe maag yang dialami oleh seseorang. Pertama maag yang bersifat fungsional dan maag organik.

Biasanya, untuk memastikan apakah seseorang mengalami maag, baik secara fungsional maupun organik, adalah dengan melakukan endoskopi. 

Maag organik terjadi ketika ada kerusakan struktural dalam lambung, misalnya saat dilakukan endoskopi terdapat bercak luka, polip atau tumor. Pada maag yang sifatnya struktural, biasanya berpuasa dapat memperberat gejalanya.

Sedangkan pada maag fungsional biasanya disebabkan karena pola makan yang tidak teratur, kebiasaan merokok dan minum alkohol, dan mengonsumsi makanan yang dapat mencetuskan maag seperti terlalu pedas, asam bahkan makanana yang terlalu berbumbu.

Dengan berpuasa, kata Jimmy, tidak akan memengaruhi gejala yang timbul, bahkan berpuasa justru akan membuat gejala maag fungsional lebih baik.

"Gejalanya sama yang fungsional maupun organik. Nyeri ulu hati, perih, mual muntah, kembung, perasaan tidak nyaman setelah makan. Kalau sampai berat bisa muntah darah atau kalau ada perdarahan kadang buang air besar bisa berwarna hitam," kata Jimmy.

Berbeda dengan maag organik yang bisa ditangani secara medis dan memiliki kemungkinan untuk sembuh total jika dikethui sejak awal, maag fungsional justru sering kali kambuh.

Jimmy menyebut rasa hilang dan timbul dari maag fungsional memang terjadi lantaran ada pencetusnya. Bisa dari makanan juga dari gaya hidup.

"Maagnya akan hilang timbul selama pencetusnya masih ada, sebagian besar memang tidak berbahaya tetapi dapat berulang," jelasnya.




(MEL)