Pengakuan Pemudik Saat Jadi Penumpang Gelap Kapal

   •    06 Juli 2016 09:55 WIB
netizen mudik
Pengakuan Pemudik Saat Jadi Penumpang Gelap Kapal
Penumpang memasuki salah satu kapal yang menjadi transportasi laut Gresik - Bawean, Jawa Timur/Sabilus Solah

MENJADI penumpang gelap saat mudik Lebaran bukan hal baru bagi FRS, 23, pemuda asal Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Pria yang kuliah di Yogyakarta ini mengaku punya pengalaman menjadi penumpang gelap kapal saat hendak mudik Lebaran.

"Menjadi penumpang gelap di kapal, menjadi pengalaman yang selalu saya ingat," kata dia, saat berbincang dengan netizen, di Gresik, beberapa waktu lalu.


Salah satu kapal yang menjadi transportasi laut Gresik - Bawean, Jawa Timur

Menurut pengakuan FRS, dirinya sudah empat kali lolos menjadi penumpang gelap kapal. Hal itu dilakukannya lantaran tiket kapal ke Bawean langka.

Caranya, kata dia, dengan menggaet kerjasama (kongkolikong) oknum otoritas pelabuhan, syahbandar, aparat keamanan, agen tiket, hingga petugas kapal. Menjadi penumpang gelap, lanjut FRS, adalah satu-satunya solusi saat itu agar ia bisa berlebaran di kampung halaman.‎

"Kalau gak jadi penumpang gelap, lalu bagaimana saya mudik? Tiket kapal sudah habis dibooking pemudik jauh-jauh hari,‎ kalaupun ada tarifnya tak wajar," kata dia.


Penumpang memasuki kapal

FRS mengaku dirinya bersama ratusan calon penumpang lain sempat terkatung-katung di pelabuhan menunggu tiket kapal. Bahkan setelah berjam-jam waktu yang dihabiskanpun tanpa membawa hasil.‎

 Jika sudah seperti itu, kata dia, mereka dihadapkan pada dua pilihan, kembali ke pelabuhan atau menyerobot tempat sempit di kapal walaupun tanpa tiket alias menjadi penumpang gelap.

Melihat ada beberapa penumpang yang menerobos, p‎ihak otoritas pelabuhan sempat melarang kapal berangkat karena jumlah penumpang lebih banyak dari manifes. Tapi setelah terjadi negosiasi akhirnya diberangkatkan juga. 

"Artinya, pengalamanku ini menunjukkan sistem transportasi laut Gresik-Bawean masih amburadul," ujar dia.


Laporan: Sabilus Solah/Surabaya
Naskah (foto) ini dikirim oleh warga yang mengikuti program Netizen Mudik Competition Metrotvnews.com. Pemudik yang ingin berpartisipasi dalam program ini dapat mengirimkan liputan melalui WhatsApp aplikasi Peta Mudik


(SBH)