logo

Kawasan Wisata Hutan Lindung Mangunan nan Memukau

Surya Perkasa    •    03 Juli 2017 13:09 WIB
hari raya idul fitri
Kawasan Wisata Hutan Lindung Mangunan nan Memukau
Warga berfoto di Lintang Sewu. Foto: MTVN/Dimas Prasetianing

Metrotvnews.com, Bantul: Udara segar semakin nikmat dengan pemandangan hutan pinus nan asri. Perjalanan sejauh 23 kilometer dari Kota Yogyakarta menuju jalur berkelok dan mendaki di perbukitan kawasan RPH Mangunan, Bantul, tak terasa melelahkan.

Tikungan tajam dan menanjak curam dilibas demi mencari momentum mudik seru. Kawasan wisata alam seluas 29,4 hektare di dalam 500 hektare areal hutan lindung ini termasuk salah satu primadona wisatawan saat libur Lebaran tahun ini.

Jalur alternatif untuk menuju kawasan wisata Hutan Pinus Mangunan cukup sempit dan ekstrem. Banyak kendaraan yang terpaksa menurunkan penumpang sebelum tujuan akhir karena tak mampu mendaki.

Tim Monitor Mudik Metrotvnews.com mengendarai Isuzu D-Max tak mendapati kendala saat menyusuri jalan menuju kawasan wisata Mangunan. Dengan fitur penggerak roda empat putaran rendah, Isuzu D-Max  mampu memanjat tanjakan kemiringan 40 derajat dengan gigi tiga.

Dua produk andalan Isuzu di Indonesia adalah D-Max dan Mu-X. Mobil light commercial vehicle (LCV) dan sport utility vehicle (SUV) ini merupakan rakitan Thailand yang sama-sama dimodali mesin diesel.

Varian Isuzu D-Max antara lain Rodeo VGS M/T dan A/T 2500 CC dengan suspensi depan; independent, double wishbone with coil springs, belakang; rigit, leaf spring.

Pilihan yang banyak‎

Tim Metrotvnews.com sempat bingung menentukan tujuan wisata. Sebab, tujuh titik wisata alam yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat sekitar lewat Koperasi Notowono memiliki keunggulan masing-masing.

Kami akhirnya memutuskan menuju Hutan Pinus Mangunan. Hutan pinus dan udara segar menyambut pengunjung. Di sela-sela pepohonan, banyak wisatawan berfoto. Hammock warna-warni semakin memanjakan pengunjung.


Suasana di hutan pinus Mangunan, Bantul, DI Yogyakarta yang membuat banyak pelancong tertegun. Foto: MTVN/Surya Perkasa

Di hari libur, jumlah pengunjung Hutan Pinus Mangunan bisa di atas 5.000 per hari. Angka yang cukup menggembirakan mengingat tempat wisata alam ini baru dikelola pada 2014.

"Libur Lebaran tahun ini sampai 9.000 pengunjung," kata Sekretaris Hutan Pinus Mangunan Totok Haryanto kepada Metrotvnews.com.



Titik wisata Pinusasri jadi tujuan berikutnya. Pinusasri tak kalah dengan Hutan Pinus Mangunan. Hutan rindang ditambah sejumlah permainan yang dekat dengan alam jadi unggulan.

Mendekati senja, Tim Metrotvnews.com mendatangi Lintang Sewu, tempat wisata yang baru dibuka dua bulan belakangan di Kawasan RPH Mangunan. Popularitas Lintang Sewu sedang tinggi di kalangan penggemar swafoto.

Bingkai dari kayu dan bintang kaca berukuran dua meter yang diletakkan dekat tebing jadi incaran. Keindahan matahari tenggelam ciptaan Yang Maha Kuasa menjadi latar yang tak ternilai harganya.


Berfoto di Lintang Sewu menjadi pengalaman tak ternilai karena indahnya matahari terbenam yang menjadi latar. Foto: MTVN/Dimas Prasetianing

Pihak pengelola berencana membuat panggung kolosal yang menjadi Sendra Tari Mataram di tempat ini. Namun niatan tersebut masih menunggu anggaran terkumpul.

Suasana saat malam pun tak kalah indahnya. Cakrawala membelah kerlip bintang dan lampu kota. Di kejauhan, siluet Gunung Merapi berdiri gagah. Tim Metrotvnews.com pulang karena hari telah malam dan sulitnya menemukan penginapan di kawasan ini.

Titik lain yang tak kalah indah

Hari berikutnya, Tim Metrotvnews.com menuju Puncak Panguk yang juga di kawasan Mangunan. Kami berangkat dini hari dengan Isuzu D-Max untuk memburu matahari terbit di titik ini yang konon keindahannya tak kalah dengan dataran tinggi Dieng.

Bila anda beruntung, alam akan menyuguhkan pemandangan kabut menggumpal.


Pemandangan di Puncak Panguk saat matahari terbit. Foto: MTVN/Dimas Prasetianing

Matahari terbit, tegak, dan terbenam juga dapat dinikmati di Puncak Becici. Keindahan kota dengan latar Gunung Merapi yang mewarnai pemandangan dari posisi ini.

Panorama indah yang bisa dinikmati setiap saat memang jadi unggulan titik wisata ini. Lokasi ini juga menyediakan areal berkemah dengan kapasitas ratusan orang.

Tempat ini banyak menarik perhatian pelancong domestik hingga mancanegara. Bahkan Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Obama menyempatkan diri berkunjung ke Puncak Becici di waktu liburannya.

"Puncak Becici memang menyuguhkan keindahan panorama alam yang bisa dinikmati saat pagi, siang, hingga malam hari," kata Ketua Koperasi Notowono, Purwoharsono.



Bagi yang ingin bersantai dengan pemandangan indah, tempat makan di Bukit Mojo bisa menjadi pilihan. Pemandangannya tidak kalah dengan tempat-tempat lain di kawasan wisata Mangunan.

Sayangnya akses ke kawasan ini belum dibangun dengan baik. Kerja sama pengelolaan kawasan wisata baru dijalankan Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah DI Yogyakarta awal 2017.

"Beruntungnya, Ngarso Dalem (Sultan Hamengkubuwono X) memberi dukungan penuh. Karena ini tujuannya kan untuk mendukung wisata religi Makam Raja Mataram yang ada di dekat sini," kata Purwoharsono.

Wisata untuk keluarga

Pak Ipung, sapaan Purwoharsono, menemani Metrotvnews.com ke tempat wisata lainnya di kawasan RPH Mangunan. Seribu Batu namanya.

Nama seribu batu diambil dari banyaknya bebatuan di hutan pinus. Kawasan ini cocok untuk tujuan wisata keluarga.

Di tempat ini, pengelola membangun rumah yang terinspirasi dari film Hobbit. Pengunjung bisa bermain-main dengan kelinci.

Di tempat ini juga ada sembilan rumah akar berbentuk segitiga yang menunjukkan hubungan Tuhan, manusia, dan alam.

"Jumlah sembilan itu merupakan angka tertinggi. Satu rumah paling besar dan berada di ujung menunjukkan tujuan, yaitu kesuksesan," kata Pak Ipung.

Sebuah panggung alam juga dibangun di tempat ini. Tempat yang dikenal dengan negeri dongeng ini menampilkan sejumlah kisah rakyat secara berkala.


Warga menikmati kegiatan wisata alam di kawasan Seribu Batu. Foto: MTVN/Dimas Prasetianing

Puas menikmati kawasan wisata RPH Mangunan, kami pamit dengan pengolala dan masyarakat yang menyambut hangat. Isuzu D-Max yang ditunggangi Tim Monitor Mudik Metrotvnews.com melaju mantap melalui jalan perbukitan meninggalkan alam abadi ciptaan Tuhan.


(TRK)