Yang Didapatkan Tubuh Setelah Berpuasa

   •    11 Juni 2018 15:27 WIB
Ramadan 2018
Yang Didapatkan Tubuh Setelah Berpuasa
Ilustrasi. (Foto: AFP/Ahmad Gharabli)

Jakarta: Bukan lagi rahasia bahwa berpuasa selama ramadan memberikan manfaat yang begitu banyak. Tak cuma fisik, puasa juga membuat tubuh lebih sehat secara emosional, mental dan spiritual.

Faktanya, kebiasaan berpuasa sudah ada selama berabad-abad dan dilakukan oleh orang di masa lalu dengan manfaat yang tak terbatas. Bahkan orang Yunani kuno mengakui, alih-alih menggunakan obat, lebih sehat dengan berpuasa.

Puasa yang notabene tak makan dan minum selama berjam-jam terbukti 'membersihkan' tubuh dan membiarkan sistem pencernaan beristirahat sejenak.

Ahli anestesi dari Oxford, dr Razeen Mahroof bahkan menyebut puasa sebagai detoksifikasi alami. Pasalnya racun yang tersimpan dalam lemak tubuh dilarutkan dan dikeluarkan dari tubuh.

"Tubuh dimurnikan dari makanan dan lemak berlebih," katanya, melansir Al Arabiya, Senin, 11 Juni 2018.

Puasa juga menjadi obat alami yang membantu membebaskan energi yang dapat digunakan untuk hal lebih produktif.

Secara umum, usai makan tubuh menggunakan 65 persen energi yang didapat untuk mencerna makanan. Ketika berpuasa, energi yang tersisa akan dibebaskan sebab tidak ada makanan yang harus dicerna.

Dengan kata lain energi tersebut dapat digunakan oleh tubuh untuk menyembuhkan diri sendiri dan memperbaiki jaringan atau sel yang rusak.

"Puasa membangun kebiasaan makan yang lebih sehat. Sahur dan berbuka mengajarkan umat muslim agar tak makan berlebihan," kata Mahroof.

Manfaat mental dan emosional

Tak cuma menyehatkan secara fisik, puasa juga dapat membersihkan pikiran seseorang. Setiap orang didorong untuk tak terus menyibukkan diri untuk urusan duniawi. Selama ramadan, umat muslim didorong lebih banyak beribadah.

Fakta lain, puasa terbukti mampu meningkatkan kesehatan otak. Puasa membantu proses identifikasi dan membuang bagian sel yang rusak dan meningkatkan produksi BDNF (Brain Derived Neurotrophic Factor) atau protein yang memengaruhi perkembangan saraf yang memengaruhi bagian kognitif otak.

Selain itu, risiko penyakit demensia alzheimer, huntington, trauma otak, depresi, dan strole iskemik menurun seiring dengan kebiasaan berpuasa.

Penelitian terbaru bahkan menemukan puasa selama beberapa hari meningkatkan produksi hormon endorfin yang membuat seseorang lebih waspada, fokus, dan memberikan rasa kesejahteraan terhadap mental.




(MEL)