Newsline

Masjid Seribu Tiang, Jejak Kesultanan Jambi di Masa Lalu

   •    06 Juni 2017 17:13 WIB
masjid
Masjid Seribu Tiang, Jejak Kesultanan Jambi di Masa Lalu
Umat muslim melintasi pelataran Masjid Agung Al-Falah atau Masjid Seribu Tiang di Jambi. (Foto: ANTARA/Wahdi Septiawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Masjid Agung Al Falah merupakan masjid terbesar yang ada di Provinsi Jambi. Tak hanya mampu menampung jemaah hingga puluhan ribu orang, masjid berjuluk Seribu Tiang ini konon menyimpan sejarah kesultanan Jambi di masa lalu.

Sekilas, Masjid Agung Al Falah ini mirip dengan pendopo yang bangunannya didominasi oleh tiang-tiang penyangga. Tampak depan, masjid ini terkesan terbuka yang menyiratkan siapapun boleh berkunjung ke masjid ini untuk beribadah.

Meskipun dijuluki Masjid Seribu Tiang, nyatanya Masjid Agung Al Falah hanya memiliki 232 tiang saja. Tidak ada dinding maupun sekat yang membatasi ruangan dalam dengan selasar masjid yang dibangun pada 1971 itu.

Tiang berukuran kecil dengan tiga sulur yang menjulang ke atas tampak kokoh menghiasi sisi luar masjid dengan dominasi warna putih. Sementara tiang lebih besar berlapis tembaga berdiri tegak di sisi dalam masjid.

Menurut seorang pengurus masjid Muhammad Zubir, di masa lalu tempat yang kini berdiri masjid Seribu Tiang, dulu digunakan sebagai pusat kerajaan melayu Jambi di bawah pimpinan Sultan Thaha Syaifudin.

"Pada 1885 dikuasai oleh Belanda dan di tempat ini pernah dijadikan benteng oleh Belanda. Setelah merdeka, dikuasai kembali oleh Jambi," ungkap Zubir dalam Newsline, Selasa 6 Juni 2017.

Pasca-merdeka, menurut Zubir, tokoh adat dan tokoh masyarakat menginginkan agar Jambi memiliki masjid besar sebagai ikon provinsi. Pada 1960-an mulailah direncanakan untuk membangun masjid.

Tak hanya digunakan untuk salat, di bulan Ramadan ini banyak masyarakat yang menghabiskan waktunya berada di dalam masjid. Selain untuk beribadah, warga juga melakukan kegiatan lain seperti tadarus, sekolah agama untuk anak-anak atau hanya sekedar menunggu waktu hingga azan magrib tiba. 




(MEL)