Berkenalan dengan Pendiri Masjid Pertama di London

   •    17 Mei 2018 16:46 WIB
masjid
Berkenalan dengan Pendiri Masjid Pertama di London
Salah satu unit flat ini pernah digunakan oleh Dollie sebagai masjid. (Foto: Worldbulletin)

Jakarta: Saat anda mendapatkan pertanyaan tentang siapakah penemu benua Amerika, hampir dapat dipastikan anda akan dengan mudah menjawabnya; Christopher Colombus. Tapi ketika pertanyaan diubah menjadi siapa orang yang pertama kali mendirikan masjid di London, Inggris, mungkin anda perlu memutar otak lebih keras.

Ya, tak semua orang tahu siapa dan kapan pastinya masjid pertama yang dibangun di kota yang terkenal dengan menara jam berwajah empat Big Ben. 

Melansir Worldbulletin, Kamis, 17 Mei 2018, adalah Hadjie Mohammed Dollie, orang pertama yang mendirikan masjid sebagai rumah ibadah bagi umat muslim di London. Dia merupakan laki-laki berdarah campuran Skotlandia-Melayu yang lahir pada 1846 di Cape Town, Afrika Selatan.

Dollie pertama kali tiba di London sekitar 1895 bersama kedua putranya. Ia kemudian tinggal di Albert Street. Kepindahan Dollie pun bukan tanpa sebab, sulitnya mengakses pendidikan di Afrika Selatan saat itu membuat mereka harus bermigrasi.


Sosok Hadjie Mohammed Dollie dan penampakan jalan Albert Street pada era 1895. (Foto: ilmfeed)

Pada perkembangannya, Dollie kemudian diminta oleh komunitas muslim di London yang saat itu hanya berkisar 200-300 orang untuk mengajar Alquran. Ia yang merupakan seorang penghafal Alquran menyanggupi permintaan itu dan menyulap salah satu ruangan di rumahnya untuk dijadikan sebagai masjid.

Masjid kecil dalam satu unit apartemen yang ia buka bersama seorang mualaf asal Belanda itu ia beri nama Hanafi. Tak hanya salat berjemaah, salat Jumat dan salat Idulfitri pun sering dilakukan di masjid kecil tersebut.

Selain ibadah wajib, Dollie juga menawarkan bimbingan agama bagi warga Inggris yang tertarik dengan Islam. Bahkan prosesi akad nikah antar-ras juga berlangsung di kediaman Dollie. 

Kegiatan di luar ibadah seperti pertemuan antaranggota komunitas sampai kajian dan diskusi tentang negara-negara Islam seperti kekaisaran Ottoman juga dibahas di tempat tersebut.


Pusara Dollie di New Willesden Cemeteri, Brent, London. (Foto: ilmfeed)

Lantaran ruangan yang ia gunakan sebagai pusat berkumpulnya anggota komunitas muslim Inggris terbatas, sekitar 1899 Dollie beserta keluarga pindah ke 189 Euston Road. Langkah ini ia ambil karena lebih dekat ke Stasiun Euston. Ini memungkinkan bagi muslim 'Victoria' yang lain untuk mengakses Masjid Hanafi termasuk membuat kepulangan anaknya yang tinggal di Liverpool lebih mudah.

Dalam laman Ilmfeed.com disebutkan masjid yang dibangun Dollie sama sekali tak tampak seperti rumah ibadah pada umumnya dengan kubah besar atau pilar yang tinggi. Masjid Hanafi memang hanyalah flat biasa di sisi jalan.

Secara langsung Dollie mengungkapkan prihatin dengan kaum muda di Inggris yang lebih menonjolkan sifat buruk mereka. Bagi dia, masjid yang dibangun adalah untuk memberikan solusi bagi kaum muda untuk menerima nasihat dari orang tua.

Meski kisah Dollie tampak sangat menarik, sayangnya cerita tentang kehidupan Dollie tak didapatkan secara lengkap. Dollie hanya pernah tercatat sebagai pelatih panahan di Shepherd's Bush Arches pada 1902 dan meninggal pada 18 Februari 1906. Rumah terakhirnya berada di West Ealing dan dia dimakamkan di New Willesden Cemeteri, Brent, London.




(MEL)