Merasakan Esensi Sebenarnya dari Ramadan

Meilikhah    •    15 Juni 2016 10:01 WIB
ramadan 2016
Merasakan Esensi Sebenarnya dari Ramadan
Ilustrasi. (Foto: Gulfnews)

Metrotvnews.com, Dubai: Ramadan dikenal sebagai bulan suci yang didedikasikan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Namun sebagai penganut agama Kristen yang lahir di Filipina, Maria Lourdes Peñero, memiliki pengetahuan terbatas tentang Islam. Dia hanya mengetahui bahwa Muslim harus salat lima waktu berdasarkan pengetahuan yang diajarkan di sekolah.

"Tapi sejak saya pindah ke Uni Emirat Arab pada 2002, saya mulai tahu apa itu Islam dan Ramadan," ujar Maria, melansir Gulfnews, Rabu (15/6/2016).

Maria mengatakan mulai mengerti esensi Ramadan pada 2003, namun belum memiliki gambaran yang jelas. Hingga rasa penasarannya tentang Ramadan dan Islam ia tanyakan kepada tokoh agama setempat dan akhirnya memutuskan untuk memeluk Islam dan menjalankan Ramadan dengan serius.

"Bagi saya ini adalah pengalaman paling unik yang mengubah pribadi saya. Saya akhirnya mendapat banyak manfaat dari Ramadan. Baik dari segi kesehatan maupun spiritual," katanya.

Dia menuturkan sebelum memahami esensi Ramadan, dia hanya percaya pada Yang Maha Kuasa tetapi tak memahami esensi dari kepercayaannya tersebut. Maria mulai mengenal lebih dalam tentang esensi Ramadan dan Islam setelah dia menjalankan ibadah puasa.

Baginya, Ramadan adalah bulan yang unik. Perasaan memberi kepada Muslim lain yang berpuasa tak bisa digambarkan. Kadang-kadang, Maria pergi ke sejumlah tempat untuk berbuka puasa bersama Muslim lain yang tak ia kenal. Setelah berbuka puasa, dia biasanya menemukan wajah Muslim lain tersenyum ramah padanya kendati tak saling mengenal.

"Ini unik. Saya biasanya berbuka puasa dengan segelas susu dan dua buah kurma. Kemudian makan makanan berat setelah salat maghrib," katanya.

Sama halnya dengan yang dialami Yadab Dhakal, personel keamanan asal Nepal yang tinggal di Dubai juga mengaku tak memahami apa itu Islam sampai dia memutuskan untuk pindah ke Dubai tahun lalu.

"Saya tinggal di Nepal dan meskipun memiliki saudara-saudara Muslim, mereka tinggal cukup jauh dari tempat saya. Jadi saya tidak pernah punya kesempatan memahami apa itu Ramadan dan semua tentangnya," kata Yadab.

Di tahun pertamanya di UAE, Yadab mulai menyadari bahwa Ramadan adalah bulan dengan makna khusus. Dia mengaku senang dapat merasakan semangat Ramadan.

Hal lain yang disukai Yadab dari Ramadan adalah bahwa banyak orang berbagi makanan untuk berbuka puasa saat restoran dan gerai makanan tutup sampai waktu puasa berakhir.

"Keluarga saya tidak ada di sini, biasanya saya memasak sendiri. Tapi karena Ramadan, orang-orang sering memberi saya Nasi Biryani, buah-buahan, dan sayur segar. Dan itu membuat saya bahagia," katanya.


(MEL)