Disperindag Jatim Bentuk Tim Pengawas Produk Kedaluwarsa

Amaluddin    •    14 Juni 2016 12:42 WIB
ramadan
Disperindag Jatim Bentuk Tim Pengawas Produk Kedaluwarsa
Ilustrasi petugas mengawasi produk makanan dan minuman kedaluwarsa (Foto: Ant/Lucky R)

Metrotvnews.com, Surabaya: Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur membentuk tim pengawas peredaran produk makanan dan minuman kedaluwarsa. Langkah ini guna memastikan bingkisan (parcel) Lebaran aman dikonsumsi.

"Tim yang kami bentuk terbagi dalam tiga bagian yang bertugas mengawasi," kata Kepala Disperindag Jatim Ardhi Prasetyawan, di Surabaya, Selasa (14/6/2016).

Tim pertama‎, kata Ardhi, bertugas mengawasi beredarnya gula di pasaran. Sementara, tim kedua bertugas mengawasi produk makanan dan minuman kedaluwarsa, label berbahasa Indonesia dan makanan minuman yang dianggap berbahaya.

Sedangkan tim ketiga mengawasi makanan dan minuman yang mengandung bahan berbahaya, misalnya fomalin dan boraks. "kalau tim ketiga kami kerahkan ke makanan produksi, seperti bakso atau kerupuk,” kata Ardhi.

Ardhi menerangkan, jika tim ini terdiri dari beberapa satuan tugas SKPD terkait yakni Disperindag, BPOM, dan pihak keamanan. Tim pengawasan ini disebar untuk melakukan pengawasan di supermarket serta pasar tradisional yang terlihat menjual parcel langsung jadi.

"Sejak awal Ramadan sudah kami gerakkan dan hingga sekarang belum ada laporan terkait operasi tersebut. Sedangkan menurut tahun-tahun sebelumnya, paling banyak yang ditemukan adalah barang kedaluwarsa dan mengandung bahan berbahaya,” ujar dia.

Meski demikian, Ardhi mengaku belum ada sanksi bagi pengusaha atau pedagang yang kedapatan menjual produk makanan dan minuman kedaluwarsa. Produk-produk kedaluwarsa itu akan ditarik Dirperindag Jatim tanpa pembayaran ganti rugi.

"Tapi melihat kasusnya juga, bukan tidak mungkin sampai ke kasus hukum jika itu dinilai merugikan masyarakat banyak,” pungkasnya.




(TTD)