Sambut Lebaran dengan Barang Preloved

Budi Ernanto    •    16 Juni 2017 09:37 WIB
ramadan 2017
Sambut Lebaran dengan Barang <i>Preloved</i>
Lebaran tak harus baju baru. Foto: Antara/Feny Selly

Metrotvnews.com, Jakarta: Bagi sebagian orang, berbelanja sudah menjadi kebiasaan ketika mendekati Lebaran. Barang-barang yang dibeli umumnya pakaian. Namun, tahukah Anda, sebenarnya kita bisa saja memanfaatkan barang preloved (bekas).

Menurut Olivia Lautner, Associate Country Manager Carousell Indonesia, aplikasi marketplace untuk barang-barang preloved saat ini kembali tenar. "Jadi baju baru tidak perlu baru," kata Olivia di Jakarta, kemarin.

Dengan menggunakan barang-barang preloved, lanjut Olivia, kita juga dapat menyimpan uang hasil kerja keras selama ini untuk sesuatu yang lebih bermakna. Sebabnya barang-barang preloved dibanderol dengan harga lebih murah.

Senada dengan Olivia, pengamat fesyen Ana Octarina menjelaskan jika memaksakan diri untuk membeli barang yang benar-benar baru apalagi bermerek, kecenderungannya hanya menghabiskan uang.

Dengan memanfaatkan preloved, akan terlatih budaya berbelanja yang lebih bertanggung jawab. Selain harga miring, untuk tampil maksimal, preloved fashion dapat menghasilkan berbagai macam gaya yang lebih modis jika dikombinasikan dengan tepat.

Fashion stylist Erich Al Amin mengatakan kita hanya harus jeli saat membeli dan menguasai seni mix & match.

"Bahkan pakaian yang awalnya ingin dipakai untuk Lebaran dapat dikenakan sehari-hari dan berbagai kesempatan. Kita hanya harus berani mencoba dan kreatif. Contohnya, bagi wanita menggunakan modest wear untuk Lebaran dengan tambahan jilbab," tutur Erich.

Misalkan rok, kata Erich, tidak harus dijadikan bawahan dan kemeja juga bisa dijadikan atasan. Ada berbagai macam cara untuk memperoleh gaya yang lebih modis dengan berpikir out of the box. Kita hanya harus memastikan ukurannya sudah pas.

"Mencari ukuran yang pas menjadi salah satu tantangan saat membeli preloved. Namun, sebetulnya pakaian yang tidak sesuai dengan ukuran dapat mendorong kreativitas. Misalnya, kaus hitam polos ukuran besar bisa dipadukan dengan aksesori ikat pinggang serta scarf bercorak sehingga enak dipandang," kata Erich.

Kategori nonpakaian

Di luar kategori pakaian, Olivia mengungkapkan yang juga marak dibeli para pengguna di Carousell saat Ramadan atau menjelang Lebaran yaitu gadget, buku, dan perlengkapan bayi. Umumnya, transaksi berlipat juga saat menjelang liburan sekolah dan akhir tahun.

"Biasanya belanja karena ada THR dan bonus tahunan," jelas Olivia.

Di Carousell, saat ini terdapat lima juta barang preloved yang dijual para penjual. Jumlah tersebut tumbuh dari tiga juta barang sejak Carousell muncul di Indonesia pada 2014.

Setidaknya ada satu juta barang preloved yang terjual pada kuartal pertama tahun ini. Calon pembeli dapat memilih barang-barang yang diinginkan dengan melihat kategori yang ada, semisal For Her, Beauty Products, Lifestyle, Gadgets, For Him, Design & Craft, dan Vintage.

Mereka pun bisa melihat deskripsi dari barang yang dijual hingga berkomunikasi dengan penjual untuk memperoleh rincian lebih lanjut.

"Bagi para pembeli, kalau mau jual barang kesayangan, lihat dulu yang sudah tidak sesuai dengan tren sekarang. Cek juga barang itu masih layak pakai atau tidak. Kalau masih tetap ingin dijual, bisa diperbaiki dulu," kata Olivia.


(UWA)