Yudi Latief: Ramadan Titik Awal Indonesia Terbentuk

Wandi Yusuf    •    28 Juni 2016 22:37 WIB
ramadan 2016
Yudi Latief: Ramadan Titik Awal Indonesia Terbentuk
Yudi Latief saat memberikan tausiah di acara yang digagas DPP TMP, Selasa (28/6/2016). Foto: Istimewa

Metrotvnews.com, Jakarta: Cendekiawan muslim Yudi Latief menyatakan Ramadan adalah titik awal Indonesia terbentuk. Karena, kata dia, proklamasi Indonesia dikumandangkan saat Ramadan.

"Bulan puasa ini adalah titik berangkat bangsa Indonesia. Karena saat Ramadan Indonesia meraih kemerdekaan. Jadi, Ramadan merupakan berkah bagi seluruh bangsa, bukan hanya Islam," kata Yudi saat menyampaikan tausiah dalam acara buka puasa bersama yang digelar DPP Taruna Merah Putih (TMP) dengan tema Semangat Solidaritas Sosial, di kantor DPP TMP, Jakarta, Selasa (28/6/2016).

Spirit Ramadan ini, kata dia, harus terus digelorakan seluruh anak bangsa untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera. "Jadi, pesan kemerdekaan ini adalah mewujudkan kebahagian untuk seluruh rakyat," ujarnya.

Lebih lanjut, Yudi menambahkan, ibadah puasa juga akan menciptakan manusia yang memiliki keimanan yang sesungguhnya. Yaitu, manusia yang hatinya selalu menebarkan cahaya kasih ilahi. "Kasih ilahi adalah manusia yang peduli kepada sesama dan bermanfaat bagi yang lain," ujarnya.

Lebih lanjut, Yudi menuturkan, jika seluruh pejabat bangsa ini sudah menjadi manusia lebih besar dari diri sendiri, maka dia akan melindungi seluruh tumpah darah Indonesia. 

"Pejabat ini akan memiliki semangat untuk memajukan kesejahteraan umum. Kesejahteraan bukan hanya sandang, pangan, dan papan, tapi kenyaman spiritual dengan melindungi semua agama," ujarnya.

Ketua Umum TMP Maruarar Sirait mengatakan bulan suci Ramadan merupakan memontum untuk memperbaiki kondisi bangsa. Dan solidaritas yang terbangun antar anak bangsa merupakan kunci mengubah bangsa ke arah yang lebih baik. 

Bagi Maruarar, solidaritas sosial antaranak bangsa harus senantiasa digelorakan di relung hati seluruh eleman masyarakat. 

"Permasalahan bangsa kita sangat komplek, keadaan ekonomi masih harus kita perjuangkan, termasuk revolusi mental. Dengan solidaritas semua pihak, maka tujuan yang kita perjuangkan akan segera terwujud," katanya.

Acara ini dimeriahkan sejumlah perwakilan, yakni HMI, KAMMI, PMII, GMNI, GMKI, PMKRI, Hikmahbudhi, KHMDI, Inti Tionghoa, GP Ansor, serta perwakilan dari Muhammadiyah dan NU. Acara juga dihadiri puluhan anak yatim dari Yayasan Nurul Mustofa dan Pesantren Nurul Iman Jatibening.



(UWA)