Kehangatan Ramadan Diaspora Indonesia di Canberra

Antara    •    13 Juni 2016 14:18 WIB
ramadan 2016
Kehangatan Ramadan Diaspora Indonesia di Canberra
Kolak, salah satu makanan khas di bulan Ramadan. (MI/RAMDANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Lebih dari 350 warga negara Indonesia atau diaspora Indonesia yang bermukim di ibu kota Australia, Canberra, berpuasa di tengah musim dingin. Melansir Antara berdasarkan keterangan pers KBRI di Canberra, para WNI berbuka puasa dan salat tarawih berjamaah di kediaman resmi Dubes RI untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema.

Acara tersebut bertujuan untuk memperkuat tali silaturahim dan meningkatkan keimanan melalui ceramah yang diisi oleh dua ustad dari Tanah Air, yakni Ustaz Emiel Ahmad dan Dr. KH. Hamka Hassan, Dekan Fakultas Dirasat Islamiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah.

Sejumlah kuliner khas Indonesia juga disajikan sebagai menu berbuka puasa sekaligus mengobati rasa rindu kepada Tanah Air seperti sayur asam, ayam serundeng, daging balado, telor balado, perkedel jagung, tahu isi dan tempe goreng tepung serta es buah.

Ustaz Emiel Ahmad dalam ceramahnya mengajak jama'ah yang hadir untuk meniru sifat-sifat dan kepribadian Nabi Muhammad SAW yaitu gemar berinfak dan bersedekah kepada orang miskin. Kemudian Ustad Hamka mengajak komunitas muslim di Australia terus mengisi dan memperkuat keimanan sebagai kunci ketakwaan.

Acara tersebut, menurut KBRI, menjadi pengobat rindu akan suasana Ramadan di Tanah Air melalui sajian kuliner khasnya. Selama bertahun-tahun, Kedutaan Besar RI di Canberra bekerjasama dengan berbagai organisasi dan kelompok muslim, seperti AIMFACT (Association of Indonesian Muslim Family in Australian Capital  Territory), Pengajian Keluarga, Pengajian Khataman dan Pengajian University of Canberra (UCKUM), menggelar buka puasa di Wisma Dubes maupun KBRI Canberra setiap hari Sabtu.

Dalam kegiatan ini disuguhkan berbagai makanan khas Tanah Air, seperti kolak pisang, es cendol, soto ayam, sate, gado-gado, hingga tahu isi. Tak heran jika acara buka bersama yang dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah selalu dipadati masyarakat Indonesia di ibu kota Australia ini. 

Berbagai kegiatan tersebut membuktikan bahwa masyarakat Indonesia, mulai dari orang tua hingga anak-anak yang berada di Australia yang jauh dari Tanah Air pun, tak mau kalah dalam menyambut, mengisi dan merayakan bulan Ramadan dengan berbagai aktivitas keagamaan yang ada. 


(MEL)