Cahaya Aceh Buka Puasa Bersama dan Santuni Ratusan Anak Yatim

   •    10 Juni 2018 18:56 WIB
Ramadan 2018
Cahaya Aceh Buka Puasa Bersama dan Santuni Ratusan Anak Yatim
Acara buka puasa bersama ratusan anak yatim di Balai Cahaya Aceh, 9 Juni 2018. (Foto: Yayasan Cahaya Aceh)

Aceh: Yayasan Cahaya Aceh menyantuni ratusan anak yatim di Balai Cahaya Aceh, Sabtu 9 Juni 2018, yang bertepatan dengan 24 Ramadhan 1439 H. 

Acara digelar bersamaan dengan buka puasa bersama para santri dan warga hampir 1000 orang, sekaligus penutupan program Tahfidz gratis anak anak selama 25 Hari Ramadhan yang berlangsung tiap hari mulai pukul 08.00-12.00 WIB.

Pendiri sekaligus Ketua Pembina Yayasan Cahaya Aceh, Azwir Nazar, yang baru kembali dari Turki menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada semua pihak yang berpartisipasi mensukseskan program mulia tersebut.

"Alhamdulillah program ini sukses berkat dukungan semua, karena ketulusan adik adik kita yang menghafal dan belajar alQuran, para guru yang luar biasa dan muhsinin yang membantu secara sukarela. Walau hanya kenal via medsos," sebut Azwir, dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id.

"Dua hari usai peresmian balai, puasa pertama langsung kita putuskan untuk menggelar program tahfidz selama Ramadhan untuk anak anak. Kita berikan solusi supaya mereka tak asik main games atau lalai karena libur sekolah."

"Kita langsung merekrut para ustadz/ah yang hafidz 30 juz. Alhamdulillah responnya luar biasa. Para santri datang dengan semangat dan disiplin mengisi Ramadhan dengan membaca dan menghafal alQuran. Kuasa Allah, semua mengalir dan dimudahkanNya," ungkap mantan Presiden PPI Turki ini.



"Lalu dukungan datang dari berbagai kalangan, banyak teman menyampaikan simpatik dan ikut membantu. Mulai ada yang menyumbang dari Rp. 25. 000,- Rp. 50.000.- dan seterusnya. Untuk berbuka puasa hari ini pun banyak yang berpartisipasi. Kita tak melihat jumlah, tapi kebersamaan dan rasa tanggung jawab bersama untuk membina generasi masa depan." 

"Ada jiwa sosial, kedermawanan dan kepedulian yang terbina melalui informasi yang disampaikan. Itu lebih mahal harganya dan sangat membanggakan. Kita pun memulai dari hal yang kecil, sederhana dan langsung menyentuh ke masyarakat. Beberapa teman di luar Aceh juga mengirim mukena dan buku. Insya Allah semua berkah," pinta Azwir. 

Last minutes Qatar Charity juga menanggung iftar 600 paket, Doa berbuka dipimpin Syeh Zamhuri AlHafidz, Imam Mesjid Raya Baiturrahman dan juga dihadiri Takdir Feriza, Qari Internasional.  

Ketua YCA, Mushallin Zulkifli menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang ikut berperan dalam program perdana tersebut. "Meski di kampung, magnetnya kuat sekali. Anak di Turki juga ada yang menyampaikan dukungan. Media TV, cetak dan online juga sangat besar perannya dalam mensyiarkan program ini hingga level nasional," sebut Mushallin. 

"Ke depan, tentu kita akan pikirkan keberlanjutan program. Terutama bagi anak anak. Mungkin pulang sekolah mereka bisa langsung ke Balai sore hari untuk menghafal, belajar bahasa asing atau tilawah. Kita akan jadwalkan itu pasca lebaran," lanjut alumni MUQ Pagar Air tersebut.

Ketua Panitia Kegiatan, Reja Fahlevi menyebutkan bahwa peserta yang mengikuti program seluruhnya berjumlah 117 anak. Mereka dibagi dalam 3 kelas. Tahfidz, pemantapan dan Iqra’. 



"Padahal target awal kita hanya 20-40 orang saja. Alhamdulillah sampai ratusan. Kamipun tak dapat menolak anak yang mau mengaji. Ramadhan Mubarak," ujar alumni Darul Ihsan Krueng Kalee itu.

"Untuk buka puasa dan santunan kami menerima partisipasi dari berbagai pihak yang mencapai lebih 15 juta. Ada juga yang menyumbang paket berbuka dari orang per orang atau komunitas. Ada  yang mau datang sendiri, ya kita persilahkan untuk buka bareng," lanjut dia.

Dalam situs resmi www.cahayaceh.org, YCA didirikan untuk mengambil peran dalam menyalakan lampu perubahan bagi masyarakat. Cahaya Aceh harus kembali hadir di tengah kegersangan dunia akan nilai nilai perdamaian, kemanusian maupun kasih sayang. 

Aceh harus menjadi kampung peradaban yang kosmopolit dengan Islam yang rahmatan lil’alamin. Masyarakat harus kembali bangkit untuk melahirkan berbagai gagasan, karya, prestasi maupun hal inspiratif lainnya yang menjadi talenta zaman yang mendunia.


(WIL)