Puluhan Bus di Terminal Pulogebang tak Laik Jalan

Damar Iradat    •    13 Juni 2018 14:06 WIB
Mudik Lebaran 2018
Puluhan Bus di Terminal Pulogebang tak Laik Jalan
Bus terparkir di Terminal Pulogebang. Foto: Medcom.id/Damar Iradat.

Jakarta: Puluhan bus angkutan mudik Lebaran 2018 di Terminal Pulogebang dinyatakan tak laik jalan. Petugas akan memberikan surat peringatan terhadap perusahaan otobus yang busnya dinyatakan tidak laik jalan.
 
Sejak Kamis, 7 Juni 2018 hingga Selasa, 12 Juni 2018, tercatat ada 87 bus yang tidak laik jalan dari 137 bus yang telah dilakukan ramp check. Kepala UPT Pulogebang Ismanto mengatakan, ramp check terhadap bus-bus itu sebetulnya program rutin sejak tahun lalu.
 
"Tidak hanya masa angkutan mudik Lebaran serta Natal dan tahun baru. Khusus mudik ini dilakukan tiga shift, 24 jam. Kondisi tidak laik ini juga dicermati," ungkap Ismanto di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Rabu, 13 Juni 2018.
 
Puluhan bus di Terminal Pulogebang dinyatakan tidak laik jalan lantaran tidak memenuhi standar keselamatan perjalanan, antara lain; penggunaan ban vulkanisir, wiper mobil yang tidak berfungsi, dan tidak tersedianya alat pemecah kaca. Selain itu, alat pemadam api yang tidak berfungsi dan tidak tersedianya alat-alat P3K.
 
Selain itu, persoalan bus tidak laik jalan yakni yang masa berlaku uji kir-nya telah habis. Untuk masalah seperti ini, bus-bus tersebut langsung ditilang.

Baca: Puncak Arus Mudik di Terminal Purabaya Diprediksi H-2

Ismanto mengatakan, pihaknya telah memberi peringatakan kepada perusahaan otobus (PO) untuk memenuhi perangkat keselamatan yang belum tersedia. Namun, ia tak menampik ada beberapa bus yang dikembalikan ke PO masing-masing untuk memperbaiki hal-hal yang berat seperti kaca pecah, penggunaan ban vulkanisir yang sudah tidak layak.
 
Ia memastikan, meski puluhan bus dinyatakan tidak laik jalan, hal itu tidak memengaruhi alur keberangkatan dan kedatangan penumpang di Terminal Pulogebang. Hal itu sudah diantisipasi dengan meminta PO menyediakan bus pengganti.
 
"Kalau seperti itu kan kita pasti minta PO sediakan bus pengganti yang laik dan siap jalan," tegasnya. 




(FZN)