Strategi Polri Mengatasi Macet Tol Cikarut saat Arus Balik

Sunnaholomi Halakrispen    •    19 Juni 2018 07:34 WIB
Mudik Lebaran 2018
Strategi Polri Mengatasi Macet Tol Cikarut saat Arus Balik
Sejumlah kendaraan memadati Gerbang Tol Cikarang Utama di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (9/6). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.

Jakarta: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyebut akan ada penambahan pintu Tul Cikarut saat arus balik. Hal tersebut untuk mengantisipasi kemacetan di puncak arus balik lebaran, pada 19-20 Juni 2018.

"Pintu tol di Cikarut, Cikarang Utama itu yang hanya 27 pintu-pintunya itu kita tambah lagi tiga. Kita tambah menjadi 30 sehingga nanti memudahkan untuk pengguna jalan menggunakan pintu tol itu," kata Argo di Polda Metro Jaya, Senin, 18 Juni 2018.

Argo menjelaskan, antisipasi tersebut dilakukan supaya tidak ada penumpukan kendaraan dari Cikarut menuju Jakarta. Kemudian, pintu tol tersebut bakal ditambah apabila terjadi antrean mencapai 1 sampai 5 kilometer.

Terkait antisipasi arus balik, Argo mengaku pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Polda Jawa Timur, Polda Jawa Tengah, dan Polda Jawa Barat. Ia menekankan, agar tidak ada hambatan lalu lintas di Jakarta.

"Jadi nanti jangan sampai di Jakarta ini ada suatu gangguan. Makanya kita lakukan beberapa kegiatan, sehingga jangan sampai di Jakarta menumpuk. Kita memberikan pelayanan kelancaran sampai Jakarta," ungkap Argo.

Selain itu, akan disediakan 25 alat e-tol di pintu Tol Cikarut untuk pengisian pulsa e-tol. Penyediaan alat e-tol disediakan oleh polri yang bekerjasama dengan Jasamarga.

"Kita bisa memudahkan masyarakat pengguna jalan tol yang kehabisan pulsa e-toll bisa mudah, bisa memanfaatkan," pungkas Argo.

Argo juga memaparkan, akan dilakukan pengalihan arus jika nantinya terjadi antrean memanjang di atas 5 kilometer di jalan tol. Pengalihan arus tersebut dilakukan di kilometer 37 dan dikeluarkan ke jalur arteri.

"Juga kilometer 35, jadi bisa ke arah Kalimalang kalau kita keluarkan di sana. Tapi untuk mobil yang pribadi atau kecil nanti kita arahkan keluar di sana di arteri. Kemudian misalnya kalau itu belum bisa melancarkan pengguna jalan, kita lakukan contraflow," pungkas Argo.


(DEN)