Donor Darah Menurun 60 Persen Selama Ramadan

Arga sumantri    •    14 Juni 2018 15:41 WIB
Ramadan 2018
Donor Darah Menurun 60 Persen Selama Ramadan
Kegiatan donor darah yang dilakukan Media Group - MTVN/Riyan Ferdianto,

Jakarta: Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta mencatat pasokan darah menurun selama Ramadan 2018. Pendonor darah turun sebanyak 60 persen. 

"Berkurangnya sampai 60 persen jumlah donor itu," kata Kepala Unit Transfusi Darah PMI Jakarta Salimar Salim kepada Medcom.id, Kamis, 14 Juni 2018.

Salimar menyebut penurunan lantaran rasa takut mendonor saat berpuasa. Padahal, kata dia, sejak tiga tahun terakhir sudah menyosialisasikan hal itu. 

"Donor di puasa ini tidak menyebabkan batal. Kalau pingsan itu biasanya karena baru pertama kali," ungkap dia. 

Donor darah di bulan Ramadan, kata Salimar, juga bisa disiasati dari segi waktu. Pendonor bisa pula menyumbangkan darah setelah tarawih atau pagi selepas sahur.

Salimar mengatakan, penurunan pasokan darah selama Ramadan merupakan masalah klasik. Sebab itu, pihaknya gencar memaksimalkan jemput bola para pendonor. 

Selama ramadan, PMI Jakarta menggandeng Baznas menggelar kegiatan donor darah. PMI juga bekerja sama dengan institusi TNI-Polri. "Mudah-mudahan ini bisa terpenuhi."

Pada waktu normal, kata Salimar, PMI Jakarta setiap hari menyambangi sejumlah instansi untuk memenuhi kebutuhan stok darah Ibu Kota. Saat libur akhir pekan, biasanya PMI Jakarta menyasar lokasi peribadatan seperti gereja. 

"Pada waktu bulan puasa ini yang berjalan cuma hari Sabtu dan Minggu. Senin-Kamis tidak turun karena memang tidak ada," ujar dia. 

Salimar mengatakan, stok darah jelang lebaran di Jakarta dipastikan mencukupi. Golongan darah O dan B misalnya, PMI Jakarta masih memiliki stok sekitar 2.900 kantong darah. 

Sementara itu, jenis golongan darah AB memang masih minim stok. Sebab, populasi golongan jenis itu tercatat hanya sekitar 6,7 persen. Salimar mengatakan, kebutuhan rata-rata darah di Jakarta sekitar 800-900 kantong per hari.
 


(REN)