Usai Lebaran, Warga di Pulau Ini Krisis Ikan

   •    08 Juli 2016 16:02 WIB
netizen mudik
Usai Lebaran, Warga di Pulau Ini Krisis Ikan
Gelombang laut yang meninggi di perairan laut Jawa di Pulau Bawean Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Jumat (8/7/2016)/Sabilus Solah

GELOMBANG tinggi yang sedang terjadi di perairan laut Jawa sebelah utara berdampak pada kelangkaan ikan di Pulau Bawean Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Padahal, di hari-hari biasanya pulau terpencil ini memiliki cukup banyak pasokan ikan hasil tangkapan para nelayan setempat.

Tanda-tanda kelangkaan ikan sebenarnya sudah diprediksi sejak sepekan sebelum Lebaran. Namun puncak dari kelangkaan ikan baru dirasakan hari ini yang ditandai dengan harga yang terus merangkak naik karena keterbatasan pasokan yang tersedia.

"Harga ikan jenis tongkol yang sebelumnya hanya Rp15.000 per potong kini naik menjadi Rp60.000. Jadi dengan terpaksa kami menggantinya dengan telur untuk makan," kata salah satu warga setempat, Nadratul Laili, di Kepuh Teluk Kecamatan Tambak, Jumat (8/7/2016).


Beberapa sampan dan perahu terlihat tidak digunakan nelayan untuk melaut 

Selain gelombang laut yang meninggi sekitar 2,5 hingga 3 meter, kelangkaan ikan juga dipicu oleh kecepatan angin sebesar 30 sampai 30 knot. Menurut salah satu nelayan Khudori dengan kondisi sepert ini dikhawatirkan akan membahayakan nelayan yang memaksa untuk tetap melaut.

"‎Kalaupun melaut, tangkapan ikan juga sangat sulit. Sebab, kalau kecepatan anginnya kencang, ikan-ikan biasanya sepi dan malah nelayan merugi," kata Khudori.tampak jelas, angin kencang juga sangat terasa.‎ Cuaca ekstrem ini terjadi dua hari setelah lebaran ini.




Laporan: Sabilus Solah/Surabaya

Naskah (foto) ini dikirim oleh warga yang mengikuti program Netizen Mudik Competition Metrotvnews.com. Pemudik yang ingin berpartisipasi dalam program ini dapat mengirimkan liputan melalui WhatsApp aplikasi Peta Mudik


(SBH)