Curhat Mereka yang 'Terlambat' Mudik

Achmad Zulfikar Fazli    •    09 Juli 2016 16:06 WIB
mudik 2016
<i>Curhat</i> Mereka yang 'Terlambat' Mudik
Pemudik memadati Stasiun Pasar Senen, Sabtu 9 Juli/MTVN/Achmad Zulfikar Fazli

Metrotvnews.com, Jakarta: Ribuan pemudik masih memadati Stasiun Pasar Senen meski kini sudah H+3 Lebaran. Antusiasme pemudik masih terasa ketika menanti kereta yang akan membawa mereka ke kampung halaman masing-masing.

Ribuan pemudik tampak bersantai di pelataran Stasiun Pasar Senen. Sembari menunggu kereta, mereka memanfaatkan waktu untuk tidur, makan, hingga bercengkrama bersama sanak keluarga.

Metrotvnews.com berbincang dengan beberapa pemudik yang terpaksa menahan rindu akan kampung halaman. Rini, 43, warga Cibitung, Bekasi, ada di antara pemudik yang memilih ngaso di pelataran stasiun.

Bersama tiga anaknya, Rini duduk santai sambil menikmati santapan siang. "Ini baru mau mudik," kata Rini, Sabtu (9/7/2016).

Rini yang akan mudik ke Malang sengaja memilih pergi usai Lebaran. Ia ingin pulang kampung sekaligus mengantarkan sang anak yang akan melanjutkan pendidikan di Kediri, Jawa Timur.

"Memang sudah direncanakan mudiknya habis Lebaran, sekalian mau antar anak ke pesantren di Kediri," ujar dia.


Pemudik memadati Stasiun Pasar Senen, Sabtu 9 Juli/MTVN/Achmad Zulfikar Fazli

Rini mengatakan, dirinya berencana berada di Jawa selama 14 hari. "Ya paling dua minggu. Kalau di Malang empat hari di Kedirinya (sepuluh hari), totalnya dua minggu lah," ucap dia.

Tak jauh berbeda, Firdaus, 21, warga Cakung juga sengaja mengambil waktu mudik seusai Lebaran. Pria yang baru tiga bulan merantau di Jakarta ini mengaku baru mendapat izin dari tempanya bekerja usai Hari Raya Idul Fitri.

"Iya, baru dapat libur," kata Firdaus.

Firdaus yang akan kembali ke Pasuruan, Jawa Timur, ingin memanfaatkan kesempatan mudik dengan baik. Ia akan berada di kampung halaman selama satu bulan.


Antrean pemudik di Stasiun Pasar Senen

Tak cuma soal pekerjaan, mahalnya tiket mudik juga menjadi keluhan Sang Perantau. Harga tiket ke Jakarta yang hanya Rp105 ribu saat ia berangkat ke Ibu Kota, ternyata berbeda jauh dengan harga tiket mudik.

Ia mesti merogoh kocek lebih dalam, Rp380.000 guna mendapatkan tiket mudik. "Saya beli lewat travel sebelum puasa. Tapi tiketnya mahal, hampir dua kali lipat," ujar dia.

Masih banyaknya pemudik yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen diperkuat dengan data yang dimiliki Kepala Stasiun Dedi. Dedi memperkirakan hingga malam hari ini 23 ribu pemudik diprediksi masih akan berangkat menggunakan kereta menuju Jawa.

Rute yang dituju di antaranya, Surabaya, Kutoarjo, Semarang, serta Madiun. "Mudik sama balik enggak ada bedanya sekarang. Ini sekarang masih (ada yang) mudik. Ini masih 23 ribu orang berangkat sampai malam," kata Dedi.


(OJE)