Daftar Kejahatan yang Kerap Terjadi saat Lebaran

Nur Azizah    •    13 Juni 2017 15:33 WIB
ramadan 2017
Daftar Kejahatan yang Kerap Terjadi saat Lebaran
Adrianus Meliala (kanan). Foto: MI/Adam Dwi

Metrotvnews.com, Jakarta: Pelaku kejahatan menjadikan Lebaran sebagai ladang memanen kejahatan. Hal itu tak lepas dari banyaknya tuntutan ekonomi.

Kriminolog Universitas Indonesia Andrianus Meliala mengatakan, pelaku kejahatan khususnya spesialis tak akan bergerak bila tidak ada permintaan. Permintaan itu bisa berasal dari gaya hidup, keluarga, atau masyarakat yang membutuhkan barang curian.

Adrianus menerangkan, untuk penjahat tipe ini tak dibutuhkan waktu-waktu khusus seperti Lebaran. Kapan pun mereka bisa beraksi.

"Kalau spesialis bisa menciptakan peluang karena dia memiliki jaringan seprofesi. Mereka memperoleh order, mencari, dan kemudian membuang order ke pasaran," kata Andrianus kepada Metrotvnews.com, Jakarta, Selasa, 13 Juni 2017.

Andrianus menuturkan, biasanya Lebaran lebih banyak dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan karena tuntutan ekonomi. Namun, tak sedikit pula pelaku spesialis ikut mengambil kesempatan.

"Karena mereka ada yang mengorder. Misalnya, kebutuhan untuk roda dua. Itu digunakan untuk pulang kampung agar dicap sukses oleh tetangga," kata dia.

Sementara menurut Kriminolog Iqrak Sulhin, penjahat spesialis, berkelompok, atau karir tega menggunakan kekerasan atau bahkan membunuh korban. Aksi pelaku kejahatan tipe ini biasanya dipengaruhi gaya hidup.

Iqrak menuturkan, tren kejahatan saat Lebaran didominasi pelaku kejahatan terorganisasi, berkelompok, dan karir. Mereka telah memiliki sasaran.

"Kejahatan masa sekarang ini yang harus diperhatikan yang karir. Pelaku karir biasanya 363 (pencurian dengan pemberatan) dan 365 (pencurian dengan kekerasan). Itu akan tinggi," kata dia.




(UWA)