Menkumham: Remisi Diberikan karena Perbaikan Diri Narapidana

Sunnaholomi Halakrispen    •    15 Juni 2018 06:00 WIB
hari raya idul fitri
Menkumham: Remisi Diberikan karena Perbaikan Diri Narapidana
Menteri Hukum dan HAM RI Yassona H. Laoly. Medcom.id/ Nur Azizah

Jakarta: Menteri Hukum dan HAM RI Yassona H. Laoly menyatakan pemberian remisi Hari Raya Idulfitri 1439 Hijriah dianggap sebagai hasil dari pencapaian perbaikan diri yang dilakukan oleh para warga binaan pemasyarakatan. Remisi tersebut diberikan pada Jumat, 15 Juni 2018.

"Remisi adalah pengurangan masa hukuman bagi narapidana yang berkelakuan baik. Diberikan sebagai wujud pencapaian perbaikan diri tercermin dari sikap dan perilaku sehari-hari atas segala ketaatan selama menjalani pidana, lebih disipilin, lebih produktif dan lebih dinamis dan negara hadir atas pencapaian postif tersebut, ujar Yassona di Kamis, 14 Juni 2018.

Selain itu ia menyampaikan kondisi lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) kini kelebihan kapasitas. Kapasitas yang tersedia hanya untuk 124.000 orang sementara jumlah tahanan saat ini terdapat sebanyak 250.000 orang.

Meskipun kondisi tersebut membawa dampak kurang optimalnya pemberian pelayanan dan pembinaan kepada warga binaan Yassona meyakini keberadaan pelayanan berbasis teknologi informasi dapat memudahkan diberikannya hak-hak kepada warga binaan.

"Pelayanan berbasis tekhnologi informasi akan  mempermudah pemberian hak-hak warga binaan. Tidak sulit, tidak berbelit belit dan mengubah hari menjadi menit (memberikan pelayanan cepat) serta dipastikan tidak ada lagi penyalahgunaan wewenang oleh petugas,” tutur Yassona.

Lebih jauh politikus PDIP ini  mengingatkan para warga binaan yang mendapatkan remisi untuk terus lebih religius dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Dan jadilah insan taat hukum, berakhlak mulia dan berbudi luhur, serta berguna dalam pembangunan,” pungkas dia.


(SCI)