Polri Antisipasi Aksi Teroris Saat Mudik

   •    13 Juni 2017 09:56 WIB
mudik lebaran 2017
Polri Antisipasi Aksi Teroris Saat Mudik
Syafruddin (kanan) bersama Kapolri Tito Karnavian. Antara Foto/Puspa P

Metrotvnews.com, Jakarta: H-2 Idulfitri diyakini menjadi puncak arus mudik 2017. Sejumlah persiapan dilakukan, termasuk antisipasi teror saat arus mudik.

Wakapolri Komisaris Jenderal Syafruddin mengatakan, pihaknya tidak boleh terlalu percaya diri. Pihaknya terus berkaca dari kejadian ledakan bom bunuh diri Kampung Melayu pada Rabu 24 Mei lalu.

"Penanggulangan teror tak bisa diabaikan, bahkan kita tingkatkan antisipasinya," jelas Syafruddin di NTMC Korlantas Porli, Jakarta, sebelum melepas tim monitor mudik Metro TV dan Metrotvnews.com, Selasa 13 Juni 2016.

Menurut jenderal bintang tiga itu, saat arus mudik masyarkat berbondong-bondong menuju ke kampung halaman. Petugas pun banyak tersebar di ruas arus mudik. Keramaian dan petugas, kata dia, harus waspada karena diduga menjadi target aksi teror.

"Oleh karenanya kita antisipasi itu. Saya pesankan agar masyarakat waspada. Saya pesankan seluruh jajaran untuk wapadai ini. Ada hal teknis yang sudah kita sampaikan," ujarnya.

Dia menambahkan, aksi teror ekstrimisme tak hanya terjadi di Indonesia. Di seluruh dunia aksi serupa juga terjadi, salah satunya di Eropa.

"Khusus mudik tahun ini, kita antisipasi untuk teroris ini. Personel Polri kita tambang untuk menangangi yang teror dari aspek intel dan penanggulangan dan sebagainya," tandasnya.


(LDS)