Pengelola Terminal Pulogebang Masih Temui Kendala Pelaksanaan Mudik

Damar Iradat    •    07 Juli 2016 16:52 WIB
mudik 2016
Pengelola Terminal Pulogebang Masih Temui Kendala Pelaksanaan Mudik
Terminal Pulogebang/MI/Immanuel Antonius

Metrotvnews.com, Jakarta: Unit Pengelola Terminal (UPT) Pulogebang masih menemui kendala pelaksanaan mudik 2016. Tahun ini menjadi pelaksanaan mudik perdana yang dilakukan Terminal Pulogebang.

Kepala Satuan Pelaksana Operasional Terminal Pulogebang Noviesa F Pinem mengatakan, salah satu kendala yang ia temukan ialah masyarakat masih kesulitan menghafal titik-titik penjualan tiket maupun keberangkatan bus. Petugas dikerahkan untuk membantu penumpang.

"Kami akhirnya membantu mengantar penumpang ke lokasi-lokasi itu," kata Pinem kepada Metrotvnews.com, Kamis (7/7/2016).

Selain itu, keberadaan angkutan umum dalam kota yang belum sepenuhnya terintegrasi dengan terminal juga menjadi kendala. Namun, hal tersebut dapat diantisipasi dengan kehadiran feeder Bus TransJakarta.

Sementara itu, untuk mengatasi kendala di lapangan, UPT Pulo Gebang dibantu beberapa pihak. Salah satunya 30 anggota Pramuka yang membantu mengarahkan penumpang di area terminal.

Selain anggota pramuka, bantuan tambahan juga diberikan aparat keamanan. Setidaknya, ada sekitar 15 personel tambahan dari Polda Metro Jaya, 15 anggota Satpol PP, serta delapan anggota TNI yang menjaga keamanan pelaksanaan mudik di Terminal Pulogebang.

Di sisi lain, keluhan salah seorang pemudik di Terminal Pulogebang ialah belum terdapatnya fasilitas penjualan makanan dan kudapan. "Yang jualan makanan masih belum ada. Agak sulit kalau tahan lapar," ungkap salah seorang pemudik, Tuti.

Berdasarkan pantauan Metrotvnews.com siang tadi, hampir seluruh kios yang ditujukan berjualan makanan memang belum beroperasi. Beberapa di antaranya bahkan belum ditempati. Di area terminal, hanya terdapat beberapa titik vending machine untuk membeli minuman.

Antusiasme Masyarakat

Meski menemui beberapa kendala, Pinem mengklaim masyarakat mulai antusias mudik melalui Terminal Pulogebang. Hal itu didasarkan data di lapangan yang menyebut sudah ada ribuan pemudik yang berangkat ke kampung halamannya.

Dari data yang dihimpun UPT, total pemudik yang berangkat sejak H-5 hingga Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah, total sekitar 3.093 penumpang berangkat menggunakan 197 bus. Dari data tersebut, dikemukakan, puncak arus mudik terjadi pada H-4, atau Sabtu, 2 Juli.

Pada puncak arus mudik di Terminal Pulogebang, setidaknya ada sekitar 755 penumpang yang berangkat ke kampung halamannya menggunakan 53 bus.

"Masyarakat cukup antusias. Sejak awal beroperasi, jumlah penumpang untuk sekelas terminal yang baru beroperasi cukup banyak," kata dia.

Meski antusiasme warga cukup baik, jumlah pemudik di Terminal Pulogebang disebut jauh lebih kecil dari terminal-terminal lainnya yang juga menggelar mudik tahun 2016.

"Jumlah tersebut pada tahun ini memang terbilang kecil dibanding terminal lainnya. Tapi, harapannya pada tahun-tahun berikutnya jumlah penumpang bisa meningkat," ucap dia.


(OJE)