Hilal Tak Tampak di Yogyakarta

Ahmad Mustaqim    •    15 Mei 2018 18:34 WIB
Ramadan 2018
Hilal Tak Tampak di Yogyakarta
Proses pemantauan hilal di Yogyakarta, Selasa 15 Mei 2018, Medcom.id - Ahmad Mustaqim

Bantul: Hilal sebagai penanda awal bulan tak tampak dari Yogyakarta. Hasil pemantauan hilal didapat di Pos Observasi Bulan Bukit Syech Bela-Belu Dusun Grogol, Desa Parangtritis, KecamatanKabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa petang, 15 Mei 2018. Dengan demikian, awal puasa Ramadan akan jatuh Kamis, 17 Mei 2018. 

Ketua Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Kemenag DIY), Muthoha Arkhanuddin mengatakan, hingga matahari terbenam, tim pemantau tidak bisa menyaksikan hilal. Selain itu, situasi saat pengamatan dalam cuaca mendung. 

"Bahkan matahari tidak terlihat. Sesuatu yang mustahil bisa melihat hilal hari ini," katanya. 

Dalam pemantauan hilal yang dilakukan Kanwil Kemenag DIY bersama sejumlah lembaga, seperti BMKG dan Jogja Astri Club (JAC) dengan empat teropong itu, posisi hilal minus 0 derajat 7 menit 25 detik. Adapun posisi bulan tersebut berada di bawah ufuk saat matahari terbenam. 

Menurutnya, hilal mustahil dilihat di seluruh Indonesia. "Dengan demikian, kita menggenapkan bulan Syakban menjadi 30 hari. Insyaallah kita akan puasa dimulai hari Kamis, 17 Mei 2018," ujarnya. 
 
Ia menambahkan, hasil pemantauan hilal langsung dilaporkan ke Kementerian Agama Jakarta. Hasil pantauan akan jadi salah satu pertimbangan menentukan awal Ramadan 1439 H. 

"Kita hanya melakukan pemantauan di lapangan. Apapun hasilnya, akan ditentukan di sidang isbat," katanya. 



(RRN)