Terminal Kampung Rambutan Didominasi Pemudik dari Jabar dan Jateng

Achmad Zulfikar Fazli    •    10 Juli 2016 12:58 WIB
mudik 2016
Terminal Kampung Rambutan Didominasi Pemudik dari Jabar dan Jateng
Pemudik tiba di Terminal Kampung Rambutan. Foto: MTVN/Achmad Zulfikar Fazli.

Metrotvnews.com, Jakarta: Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, masih didominasi pemudik yang datang dari daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Hingga H+2 kemarin atau 9 Juli 2016, jumlah pemudik yang tiba mencapai 23.470 orang.
 
Pemudik yang tiba dari Jawa Barat terdiri dari beberapa daerah di antaranya Merak, Cikampek, Purwakarta, Subang, Sukabumi, Cianjur, Garut, Singaparna, Sumedang, Tasikmalaya serta Pangandaran.
 
"Itu yang paling banyak datang," kata Kepala Terminal Kampung Rambutan Emiral August di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Minggu (10/7/2016).
 
Untuk wilayah Jawa Tengah, pemudik paling banyak datang dari Pekalongan, Tegal, Purwokerto, Cilacap, Wonosobo, serta Wonogiri.
 
Selain dua daerah tersebut, ada juga pemudik yang datang dari Sumatera di antaranya Lampung, Bengkulu serta Palembang.
 
Berdasarkan data yang dihimpun sejak 6 Juli atau H hingga 9 Juli atau H+2, pemudik yang tiba di Terminal Kampung Rambutan sebanyak 23.470 orang.
 
Pada 6 Juli atau H jumlah pemudik yang tiba sebanyak 9.984 orang dengan 472 bus. Kemudian 7 Juli atau H, pemudik yang tiba sebanyak 12.514 orang dengan 580 bus.
 
8 Juli atau H+1, pemudik yang tiba sebanyak 20.602 orang dengan 618 bus. Dan, pada 9 Juli atau H+2 pemudik yang tiba sebanyak 23.470 dengan 642 bus.
 
Wakil Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Sigit Wijatmoko mengatakan, sebagian besar pemudik yang tiba baru daerah yang terdekat dengan Jakarta.
 
"Ini masih trayek pendek. Dari Jateng saja tadi baru ada satu dari Purwokerto," kata Sigit.
 
Sigit menduga, hal ini disebabkan adanya kemacetan di sejumlah ruas jalan di arus balik ini. Sehingga, sejumlah bus terlambat tiba di Terminal Kampung Rambutan.
 
"Yang dari Purwokerto ini mereka harusnya sudah masuk subuh, tapi macet jadi baru masuk," kata Sigit.


(FZN)