Polri Antisipasi Berbagai Ancaman Keamanan Jelang Idul Fitri

   •    19 Juni 2017 15:40 WIB
ramadan 2017
Polri Antisipasi Berbagai Ancaman Keamanan Jelang Idul Fitri
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta. (Foto: MI/Adam Dwi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan sedikitnya ada 17 ancaman keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang hari raya Idul Fitri tahun ini. Ancaman yang masih menjadi prioritas utama untuk ditangani adalah terorisme.

Selain terorisme, ancaman yang harus diwaspadai lainnya adalah pencurian dengan kekerasan, sweeping ormas, kecelakaan akibat petasan, kecelakaan lalu lintas, kemacetan, keamanan penyeberangan, pembagian zakat dan sedekah yang dilakukan mandiri, pengamanan takbir keliling, intoleransi beragama, serta pencurian di rumah kosong dan beberapa ancaman lainnya.

Berdasarkan pemetaan, Polri setidaknya memberi perhatian lebih besar terhadap beberapa ancaman keamanan. Salah satunya imbauan agar warga tidak melaksanakan takbir keliling saat malam Idul Fitri tiba. 

"Kami mengimbau takbir keliling tidak dilakukan di jalanan. Cukup di masjid dan tempat tertentu. Kalau dilakukan di jalan raya kemungkinan kecelakaan lalu lintas besar dan seringkali ketika bertemu kelompok lain saling bergesekan," kata Setyo, dalam Metro Siang, Senin 19 Juni 2017.

Selain itu, terkait ancaman terorisme, Polri melakukan penyelidikan melalui intelijen Densus 88 untuk mendeteksi adanya kegiatan yang mencurigakan.

Sementara ini, berdasarkan kerja sama penyelidikan bersama stakeholder dan masyarakat, Polri berhasil melakukan penangkapan terduga teroris dengan barang bukti bom siap ledak yang rencananya akan diledakkan di salah satu Polsek di Bima.

Kemudian, terkait dengan pengamanan rumah kosong, Setyo mengimbau bagi warga yang meninggalkan rumahnya untuk mudik agar melapor ke RT/RW setempat. RT/RW akan bekerja sama dengan Babinkamtibmas untuk meningkatkan patroli.

"Sudah kami perintahkan untuk patroli baik ke rumah kosong maupun yang skalanya besar mengantisipasi sahur on the road yang menimbulkan perkelahian massal," katanya.

Khusus untuk pengamanan mudik, Setyo mengatakan pihaknya sudah memperkuat pengamanan dengan menambah personel dari setukpa dan brimob. Di samping menyiapkan penerangan dan rambu-rambu lalu lintas di jalur-jalur yang akan dilalui oleh pemudik. 

"Kami berharap pengguna jalan tertib mematuhi aturan. Tidak melebihi kecepatan yang ditentukan maupun saling menyalip karena ini akan menimbulkan kemacetan yang tak perlu," jelasnya.




(MEL)