Rasa Cinta Rasulullah kepada Negara

Sobih AW Adnan    •    25 Mei 2018 04:30 WIB
kisah ramadan
Rasa Cinta Rasulullah kepada Negara
ILUSTRASI: Pixabay

Jakarta: Setelah sekian lama meninggalkan Mekkah, rasa rindu begitu menyeruak di dada Nabi Muhammad. Kepada siapa saja yang baru kembali dari tanah kelahirannya, Rasulullah saw. tak sungkan mengajukan tanya.

Salah satunya kepada Ashil Al Ghifari. Ketika baru kembali ke Madinah, ia mendapati permintaan Rasulullah, "Ceritakanlah padaku bagaimana keadaan Mekkah sekarang?"

Ashil menjawab, "Aku melihat Mekkah subur wilayahnya, telah bening aliran sungainya, sudah banyak tumbuh idzkirnya (nama sejenis pohon), tebal rumputnya, serta ranum salamnya (sejenis tanaman yang biasa digunakan untuk menyamak kulit)."

Tiba-tiba Nabi menyela, "Cukup, wahai Ashil. Jangan kau buat kami bersedih."

Di lain kesempatan, Rasulullah saw. bersabda, "Alangkah baiknya engkau (Mekkah) sebagai sebuah negeri. Dan engkau merupakan negeri yang paling aku cintai. Seandainya kaumku tidak mengusirku dari engkau, niscaya aku tidak tinggal di negeri selainmu."


Sumber: Disarikan dari Akhbar Makkah karangan Imam Abu Al-Walid Muhammad Al-Azraqi, dan sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Hibban.


(SBH)