Makam Mbah Priok, Cagar Budaya Baru di Jakarta

Lis Pratiwi    •    09 Juni 2017 07:30 WIB
cagar budaya
Makam Mbah Priok, Cagar Budaya Baru di Jakarta
Sejumlah warga ziarah ke makam Mbah Priok, Jakarta, Rabu (24/5/2017). Antara Foto/Galih Pradipta/kye/17

Metrotvnews.com, Jakarta: Tahun 2010, pada masa kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo, di Jakarta Utara terjadi kerusuhan memperebutkan area seluas 3.4 hektare yang merupakan area makam Mbah Priok.

PT Pelindo yang menguasai kawasan Peti Kemas, tepat di sebelah lokasi makam ingin membongkar dan memperluas pelabuhan di sekitarnya. Bentrokan pun tak dapat dihindari antara satpol PP, warga sekitar, dan para ahli waris makam.

Kerusuhan pun akhirnya reda dan makam dapat dipertahankan. Namun, kekhawatiran akan konflik perebutan lahan masih terus menghantui para pengikut dan ahli waris makam.

Satu-satunya cara menghentikan kekhawatiran ini adalah menjadikan makam Mbah Priok sebagai cagar budaya sehingga keberadaannya dijaga oleh pemerintah. Namun, usaha itu terus terbentur oleh minimnya kepedulian para pemimpin Jakarta.

"Sudah dari tahun 90-an diajukan, tapi nggak bisa juga jadi cagar budaya," kata salah satu penjaga makam, Firman kepada Metrotvnews.com di Jakarta, Kamis 8 Juni 2017.

Namun, usaha itu akhirnya membuahkan hasil ketika tanggal 4 Maret 2017 lalu, Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akhirnya meresmikan makam Mbah Priok sebagai cagar budaya.

Menurut Firman, Ahok datang ke kawasan makam atas panggilan ahli waris Mbah Priok yakni Habib Abdulloh Alaydrus alias Habib Sting. Tak lama setelah kedatangan tersebut, Ahok pun langsung bertindak menjadikannya aset pemerintah demi menjaga kelangsungan makam.

"Akhirnya ada juga pemimpin yang peduli dan mau berrindak supaya makam ini jadi cagar budaya," katanya.

Sejak berubahnya status Makam Mbah Priok menjadi cagar budaya baru di Jakarta, pemprov pun mengediakan bis wisata tingkat gratis dari Masjid Istiqlal ke Makam Mbah Priok.

Setiap hari kamis hingga minggu, bis ini beroperasi melayani warga yang ingin wisata religi ke Makam Mbah Priok. Jadwal keberangkatannya adalah pukul 1 hingga 8 malam. Tetapi menurut Firman, saat Ramadan frekuensi keberangkatan bus berkurang dan tidak sesuai jadwal karena minimnya pengunjung yang berziarah.

"Bisa berangkat jam tiga atau setengah empat biasanya," ujarnya


(Des)