Ramadan dan Minuman yang Dijanjikan Nabi

Sobih AW Adnan    •    16 Mei 2018 15:34 WIB
kisah ramadan
Ramadan dan Minuman yang Dijanjikan Nabi
ILUSTRASI: Pixabay

Jakarta: Di hari-hari jelang Ramadan, Nabi Muhammad Saw. mengumpulkan para sahabatnya. Rasulullah mengimbau agar mereka meningkatkan sikap kedermawananan, terlebih di bulan penuh kemuliaan.

"Siapa yang bersedekah makanan untuk berbuka bagi mereka yang berpuasa Ramadan, maka sedekahnya merupakan ampunan baginya dari dosa-dosanya. Orang itu akan dilepaskan dari azab neraka. Ia memeroleh pahala seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi sedikit pun."

Para sahabat menyimak dengan saksama. Sebelum akhirnya salah satu di antara mereka izin menyela.

"Wahai Rasulullah, tidak semua orang dari kami mampu bersedekah. Banyak di antara kami ingin menunaikannya, tapi kami tidak punya apa-apa," kata dia.

Nabi paham, lantaran memang tak ada paksaan dalam bersedekah. Rasulullah menjelaskan, pemberian itu boleh ditunaikan sesuai kemampuan.

"Allah akan memberi pahala demikian itu kepada orang yang bersedekah meski dengan sebutir kurma atau seteguk susu."

Itulah Ramadan, lanjut Nabi. Periode awalnya adalah rahmat, pertengahannya adalah maghfirah (pengampunan), dan terakhirnya adalah pembebasan manusia dari azab neraka.

Dalam khotbah yang diriwayatkan Harist bin Usamah dan Ibnu Huzaimahi ini dikatakan; Rasulullah juga memaparkan tentang keutamaan majikan saat meringankan beban pekerjanya di bulan Ramadan. Tujuannya, agar siapa pun bisa sungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah puasa.

"Siapa yang meringankan beban pekerjaan bagi pembantu rumah tangga, para pegawai, dan karyawannya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan menyelamatkannya dari ancaman api neraka."

Di pengujung pidatonya,  Nabi berpesan; "Siapa yang bersedekah meskipun sekadar memberikan seteguk air bagi mereka yang berpuasa, maka Allah akan memberikan minuman baginya di akhirat dari telagaku. Suatu minuman yang menjadikan orang yang meneguknya tidak merasa haus selama-lamanya, hingga ia masuk surga."

Sumber: Al-Mukhtasar min al-Musnad ash-Shahih.


(SBH)