Rahasia di Balik Tangis dan Tawa Fathimah

Sobih AW Adnan    •    24 Juni 2016 19:14 WIB
kisah ramadan
Rahasia di Balik Tangis dan Tawa Fathimah
Ilustrasi/Pixabay

Metrotvnews.com, Jakarta: Suatu hari di kala Rasulullah Muhammad SAW tengah berbincang dengan Ummahat Al-Mukminin, datanglah Fathimah.

Nabi bangkit, disambutlah putri kesayangannya itu seraya berucap, "Selamat datang, putriku."

Rasul memersilakan Fathimah duduk di sebelah kiri, lantas sang ayah langsung berbisik tentang sesuatu hingga membuat Fathimah menangis tersedu-sedu.

Menyaksikan air mata Fathimah berderai, Rasulullah mendekatkan mulut ke telinga Fathimah, semacam membisikkan sesuatu kembali. Tak lama, tawa Fathimah lepas seketika.

Rasulullah berdiri dan pamit. Setelahnya, Aisyah tampak penasaran. Ia menanyakan kejelasan peristiwa yang disaksikannya itu kepada Fathimah.

"Apa yang dikatakan Rasulullah kepadamu?" tanya Aisyah.

Fathimah terdiam sejenak, lalu berkata, "Aku tidak akan menyebarkan rahasia yang dibisikkan Rasulullah."

Aisyah tetap memendam rasa penasarannya. Hingga selepas Rasulullah wafat, istri Nabi yang merupakan putri Abu Bakar As-Shidiq itu kembali menanyakannya kepada Fathimah, "Aku ingin menanyakan kepadamu tentang apa yang telah diberitahukan Rasulullah kepadamu yang dulu kamu tidak mau menjelaskannya padaku?"

Fathimah mengangguk, ia berkata, "Kalau sekarang, boleh."

Putri Nabi berjuluk Az-Zahra itu kemudian menceritakan bahwa Rasulullah membisikkan kesaksiannya tentang malaikat Jibril Alaihi As-Salam yang biasa bertadarus Alquran bersamanya sebanyak satu atau dua kali dalam setahun, tapi kala itu ia hanya bertadarus dua kali. Rasulullah berkata, "Sungguh aku tahu ajalku sudah dekat, karena itu bertakwalah kamu (Fathimah) kepada Allah SWT dan bersabarlah."

"Maka, aku menangis seperti yang kau lihat dulu," kata Fathimah.

Lantas soal bisikan kedua yang membuatnya begitu bergembira, Fathimah menceritakan bahwa saat itu Rasulullah berucap, "Wahai Fathimah, mengapa kamu tidak rela, padahal kamu menjadi pemimpin para istri orang mukmin."

Sumber: Sahih Muslim


(SBH)