Kasih Nabi dan Keistimewaan Ramadan

Sobih AW Adnan    •    28 Mei 2017 03:50 WIB
kisah ramadan
Kasih Nabi dan Keistimewaan Ramadan
Ilustrasi. (yknutrition)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sekali waktu, Nabi Muhammad SAW mendengar kabar tentang sahabatnya yang bertekad puasa sepanjang hayat. Namun, Nabi tak merestui.

Ialah Abdullah ibn Amr ibn Ash, yang pernah berucap, "Aku akan bangun malam dan berpuasa di waktu siang, selama masih hidup."

"Apa benar kau yang mengucapkan itu, wahai sahabatku," tanya Rasul.

Abdullah menjawab, "Benar, wahai Rasulullah."

"Sungguh engkau tidak boleh melakukannya. Berpuasalah dan berbukalah, tidurlah dan bangunlah. Berpuasalah tiga hari dalam satu bulan, maka engkau akan diberi pahala sepuluh kali lipat. Persis seperti puasa di sepanjang tahun," pesan Nabi.

Mendengar keterangan Rasul, Abdullah merasa belum cukup, "Sungguh, aku mampu melakukan lebih dari itu, wahai Rasul." 

"Berpuasalah satu hari, dan berbukalah dua hari," kata Nabi.

"Ya Nabi, aku mampu melakukan lebih dari itu," jawab Abdullah kembali.

Rasulullah bersabda lagi, "Berpuasalah satu hari dan berbukalah satu hari. Itulah puasa Dawud. Ialah puasa yang paling adil."

Nabi melarang puasa penuh selain Ramadan. Dengan kasih sayang, Rasul bersabda, "Jika kau bersikeras melakukannya, maka matamu akan cekung, dan jiwamu letih."

Sumber: Disarikan dari Sahih Bukhari, Bab Qaulallahi Ta'ala: "Ataina Dawuda Zabura" (3236).


(SBH)