Tawa Nabi Mendengar Pengakuan di Bulan Puasa

Sobih AW Adnan    •    24 Mei 2018 03:06 WIB
kisah ramadan
Tawa Nabi Mendengar Pengakuan di Bulan Puasa
ILUSTRASI: Freepik

Jakarta: Ketika Nabi Muhammad saw. tengah bermajelis bersama para sahabat, tiba-tiba datang seseorang dengan begitu tergesa-gesa bilang; "Wahai Rasulullah, celakalah aku!"

Nabi pun bertanya, "Ada apa denganmu?"

"Aku berhubungan badan dengan istriku padahal aku sedang puasa," aku seseorang itu.

Nabi menjelaskan konsekuensi batal puasa lantaran berjimak, beliau bertanya, "Apakah engkau punya seorang budak perempuan yang bisa kau bebaskan?"

"Tidak, ya Rasulullah," jawab orang tersebut.

"Apakah engkau mampu berpuasa dua bulan berturut-turut?" Nabi bertanya lagi.

Orang itu kembali menjawab, "Tidak."

"Lalu, apakah engkau bisa memberi makan enam puluh orang miskin?" tawar Nabi.

"Tidak."

Nabi terdiam sejenak, lantas memerintahkan salah satu sahabatnya untuk mengambilkan Araq, semacam keranjang berisi kurma.

"Ambillah ini (sekeranjang kurma) lalu bersedekahlah dengannya," kata Nabi.

Orang itu berkata, "Apakah ada orang yang lebih fakir dari pada aku, wahai Rasulullah?"

Sebelum kemudian ia melanjutkan, "Demi Allah, di antara dua tanah berbatu ini, tidak ada keluarga yang lebih fakir dari keluargaku."

Mendengar pengakuan itu, Nabi tertawa sampai terlihat sedikit gigi taringnya. Nabi bersabda, "Berilah makan keluargamu dengan ini."

Sumber: Sahih Bukhari [2600] bab 'Idza Jaama'a fi Ramadana wa lam yakun lahu syai'un, fatusuddiqa 'alaihi falyukaffir.


(SBH)