Ramadan dan Kabar Duka Khalid ibn Walid

Sobih AW Adnan    •    09 Juni 2017 17:04 WIB
kisah ramadan
Ramadan dan Kabar Duka Khalid ibn Walid
Ilustrasi: Pixabay

Metrotvnews.com, Jakarta: Kedatangan Khalid ibn Walid sebagai bagian dari komunitas muslim menjadi kabar yang membahagiakan. Betapa tidak, ia yang ahli strategi dari pihak musuh, belakangan malah memilih berada dalam barisan Islam.

Dalam banyak kesempatan bertempur, Khalid menyumbangkan prestasi yang gemilang bagi kemenangan Islam. Nabi Muhammad SAW sudah jauh hari menduga, itu makanya, tekad syahadat Khalid disambut dengan gembira.

Setelah Rasulullah SAW wafat, Khalid diberi amanah Khalifah Abu Bakar As-Shidiq memimpin perluasan wilayah Islam melawan Romawi dan Persia. Di bawah komandonya, pasukan Islam berhasil menguasai Suriah dan Palestina pada tahun 363.

Khalid ibn Walid pensiun sebagai panglima perang di masa kekhalifahan Umar ibn Khattab. Oleh Khalifah Umar, dia dipercayai sebagai duta besar. Tongkat komando pun dialihkan ke Abu Ubaidah.

Berita duka datang di hari ke-18 Ramadan 21 Hijriah. Khalid ibn Walid berpulang. Kabar wafatnya Jenderal besar yang amat dielu-elukan itu menyesakkan duka mendalam bagi umat Islam. Kaum laki-laki maupun perempuan merasa kehilangan.

Dalam khotbahnya, Khalifah Umar berkata, "Para wanita Quraisy tidak harus menangisi kepergian Abu Sulaiman (nama lain Khalid ibn Walid)." Sebuah kalam yang bermaksud menenangkan.


Sumber: Disarikan dari Al-Bidayah Wa An-Nihayah karangan Ibnu Katsir dan Ath-Thabaqat Al-Kubra karya Ibnu Sa'ad.


(SBH)