Abu Hurairah dan Pencuri Zakat

Sobih AW Adnan    •    04 Juli 2016 03:32 WIB
kisah ramadan
Abu Hurairah dan Pencuri Zakat
Ilustrasi/Pixabay

Metrotvnews.com, Jakarta: Di pengujung bulan Ramadan, Rasulullah Muhammad SAW menugasi Abu Hurairah Radiallahu Anhu sebagai penjaga hasil pengumpulan zakat. Abu Hurairah menerima tugasnya dengan gembira. Di hari-hari penuh berkah itu, tak ada yang dilakukan Hurairah selain beribadah, serta menjaga dan melaporkan perkembangan perolehan zakat kepada Rasulullah.

Suatu malam ketika Abu Hurairah tengah menjalankan tugasnya, tiba-tiba datanglah seseorang yang secara sengaja menumpahkan kurma zakat lalu memungutinya. Mendapati kejadian itu, Hurairah lekas menangkap si pencuri dan berkata, "Demi Allah, aku akan mengadukanmu kepada Rasulullah."

Mendengar ancaman Abu Hurairah, si pencuri tak tinggal diam lalu menjawab, "Aku ini benar-benar dalam keadaan butuh. Aku memiliki keluarga yang juga membutuhkan ini."

Rupanya Abu Hurairah luluh akan rayuan si pencuri. Ia pun membebaskannya begitu saja.

Keesokan harinya, Rasulullah telah lebih dulu mengetahui apa yang dialami Abu Hurairah. Nabi bertanya, "Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?"

Abu Hurairah menjawab, "Wahai Rasulullah, dia mengadukan bahwa dia dalam keadaan butuh dan juga memiliki keluarga dengan kebutuhan yang sama. Oleh karena itu, aku kasihan kepadanya sehingga aku melepaskannya."

Mendengar penjelasan Abu Hurairah, Nabi bersabda, "Dia telah berdusta dan akan kembali lagi."

Mengingat pesan Nabi tentang pencuri yang dipastikan kembali melaksanakan aksinya itu, Abu Hurairah meningkatkan kewaspadaannya. Benar saja, si pencuri itu datang lagi. Setelah dia menumpahkan makanan dan mengambilnya, Abu Hurairah segera menangkap dan berkata kepadanya, "Aku benar-benar akan mengadukanmu kepada Rasulullah."

Tapi, pencuri itu pun kembali memajang wajah memelas seraya berkata, "Biarkanlah aku. Aku melakukan ini karena benar-benar dalam keadaan butuh. Aku memiliki keluarga yang membutuhkan ini. Setelahnya, aku janji tidak akan kembali lagi."

Abu Hurairah kembali tertipu. Alasan dan dalih yang telah didengarnya itu membuat ia meloloskan si pencuri untuk kedua kalinya.

Setelah hari beranjak pagi, Abu Hurairah kembali bertemu Rasul. Kepadanya Rasulullah bertanya, "Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawananmu?"

Abu Hurairah menjawab, "Wahai Rasulullah, dia mengadukan bahwa dia dalam keadaan butuh dan juga mempunyai keluarga. Oleh karena itu aku merasa kasihan dan membiarkannya pergi."

"Dia telah berdusta dan akan kembali lagi," kata Nabi.

Kali ini, Abu Hurairah telah bertekad untuk mengabaikan segala bujuk rayu si pencuri. Tak butuh waktu lama, orang yang menjadi target Abu Hurairah itu datang dan kembali untuk melakukan aksinya. Dengan sigap Abu Hurairah menangkap tangannya dan berkata, "Kali ini aku akan benar-benar mengadukanmu kepada Rasulullah. Ini sudah kali ketiga, kau berkata tidak akan kembali tapi nyatanya masih saja mencuri."

Pencuri itu berkata, "Biarkanlah aku. Aku akan mengajari suatu kalimat yang bermanfaat untukmu."

"Kalimat apa itu?" tanya Abu Hurairah.

Pencuri menjawabnya, "Jika engkau hendak tidur di ranjangmu, bacalah ayat kursi ‘Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qayyum …‘ hingga engkau menyelesaikan ayat tersebut. Faedahnya, Allah akan senantiasa menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi hari."

Abu Hurairah kembali melepaskannya. Ia terus berpikir tentang nasihat itu dan berniat akan menanyakannya kepada Rasulullah.

Keesokan harinya, Rasulullah kembali bertanya, "Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?"

“Ia mengatakan padaku, jika aku hendak pergi tidur di ranjang, hendaklah membaca ayat kursi hingga selesai. Ia juga mengatakan jika aku melakukan itu maka Allah akan menjagaku dan setan pun tidak akan mendekati hingga pagi hari," jawab Abu Hurairah.

"Kali ini dia berkata benar, meski aslinya dia pendusta," kata Rasul.

Abu Hurairah terdiam. Sampai Rasulullah kembali bertanya, "Tahukah kau siapa yang bercakap-cakap denganmu sampai tiga malam itu?"

"Tidak, ya Rasulullah," jawab Abu Hurairah.

Nabi pun menjelaskan, "Dia adalah setan."


Sumber: Disarikan dari hadits nomor 2311/Sahih Bukhari


(SBH)